PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Kabut Asap Ancam Sekolah di Samarinda, Disdik Siapkan Belajar Daring

Home Berita Kabut Asap Ancam Sekolah ...

Ancaman kabut asap karhutla mulai merambah sektor pendidikan di Samarinda. Belajar daring jadi opsi.


Kabut Asap Ancam Sekolah di Samarinda, Disdik Siapkan Belajar Daring
Teks foto: Ilustrasi suasana salah satu sekolah dasar di Samarinda. Ekspos/Sintya

EKSPOSKALTIM, Samarinda – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan kini menjadi perhatian serius dunia pendidikan di Samarinda.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda bahkan telah menyiapkan skenario pembelajaran jarak jauh (PJJ) apabila kualitas udara memburuk hingga membahayakan kesehatan peserta didik.

Langkah tersebut disiapkan sebagai bagian dari mitigasi menghadapi musim kemarau dan meningkatnya potensi karhutla yang dalam beberapa pekan terakhir memicu kebakaran lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Samarinda, Wahiduddin, mengatakan pihaknya sedang menyiapkan surat edaran kepada seluruh sekolah sebagai pedoman menghadapi potensi dampak kabut asap.

“Kabut asap ini adalah sebuah kondisi yang perlu diwaspadai dan anak-anak tidak boleh sakit karena kabut asap ini,” kata Wahiduddin, Selasa (1/9).

Melalui surat edaran tersebut, sekolah diminta terlebih dahulu melakukan langkah-langkah pencegahan. Salah satunya dengan memastikan tidak ada aktivitas pembakaran sampah di lingkungan sekolah.

“Kita menghimbau seluruh sekolah dalam surat edaran itu sekolah-sekolah untuk tidak melakukan pembakaran sampah sekecil apapun,” ujarnya.

Selain itu, siswa yang tinggal atau bersekolah di kawasan rentan diminta mulai menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

“Kita menghimbau seluruh siswa yang daerahnya itu sangat rentan terhadap kabut asap ini agar menggunakan masker,” katanya.

Disdikbud juga menyiapkan opsi pembelajaran daring apabila kondisi kabut asap meningkat hingga mencapai tingkat yang membahayakan kesehatan.

“Bilamana terjadi kondisi yang sangat darurat, kabut asap sangat pekat, maka kita mengantisipasi mungkin bisa pembelajaran secara daring,” ungkap Wahiduddin.

Namun ia menegaskan skenario tersebut masih bersifat antisipatif dan belum akan diterapkan dalam waktu dekat.

“Tapi ini antisipasi kalau memang kondisinya itu sudah sangat parah,” tegasnya.

Tiga Wilayah Jadi Perhatian

Berdasarkan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, terdapat tiga wilayah yang saat ini menjadi fokus kewaspadaan karena dinilai lebih rentan terdampak asap karhutla.

Ketiga kawasan tersebut yakni Kecamatan Sambutan, Samarinda Utara, dan Palaran yang berada dekat dengan area lahan dan hutan yang berpotensi mengalami kebakaran.

“Jadi tiga daerah ini yang perlu diwaspadai,” ujar Wahiduddin.

Meski demikian, ia mengingatkan sekolah di luar tiga wilayah tersebut tetap harus meningkatkan kewaspadaan dan memantau perkembangan kualitas udara.

“Tetap juga mengantisipasi dan melihat keadaan agar kemudian anak-anak kita dan seluruh pengajar dalam keadaan yang sehat,” katanya.

Hingga saat ini Disdikbud Samarinda mengaku belum menerima permintaan resmi dari sekolah untuk menerapkan pembelajaran daring akibat kabut asap.

Namun sekolah diminta segera berkoordinasi apabila kondisi udara memburuk dan mulai mengganggu aktivitas belajar mengajar.

“Ketika kondisinya sudah semakin membahayakan maka sekolah agar bersurat kepada Dinas Pendidikan untuk melakukan tindak lanjut terhadap sistem pembelajaran,” jelasnya.

Wahiduddin menegaskan keselamatan dan kesehatan siswa menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pendidikan yang akan diambil selama musim kemarau dan karhutla berlangsung.

Ia juga meminta orang tua ikut berperan aktif dengan membekali anak menggunakan masker serta menerapkan pola hidup sehat selama kualitas udara masih perlu diwaspadai.

“Supaya membekali putra-putrinya dengan masker yang secukupnya dan juga perilaku hidup sehat kepada mereka,” pungkasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :