PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

BMKG Waspadai Awan Hujan di Kaltim-Kalteng, Samarinda Diprakirakan Berawan

Home Berita Bmkg Waspadai Awan Hujan ...

Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah masuk dalam wilayah yang dilintasi daerah konvergensi. 


BMKG Waspadai Awan Hujan di Kaltim-Kalteng, Samarinda Diprakirakan Berawan
ILUSTRASI tongkang batu bara melewati alur Sungai Mahakam. Foto: Tempo

EKSPOSKALTIM, Samarinda – Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah masuk dalam wilayah yang dilintasi daerah konvergensi pada Selasa (1/9). Kondisi atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan, meski Kota Samarinda diprakirakan berada dalam kondisi berawan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai wilayah Indonesia.

Prakirawan BMKG Selly Brilian mengatakan daerah konvergensi terbentuk di sejumlah wilayah, termasuk dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat serta Kalimantan Timur.

Selain itu, konvergensi juga terpantau di perairan barat Aceh, perairan barat Sumatera Utara, pesisir barat Sumatera Barat, wilayah Sumatera Selatan hingga Riau, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Laut Jawa, Selat Karimata, Laut Natuna, serta Selat Makassar bagian selatan.

Menurut Selly, keberadaan konvergensi tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah yang dilaluinya.

“Adanya daerah konvergensi atau konfluensi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi,” demikian keterangan BMKG.

Meski Kaltim masuk dalam jalur konvergensi, BMKG memprakirakan Samarinda mengalami kondisi berawan pada Selasa.

Samarinda termasuk sejumlah kota besar yang diprakirakan berawan bersama Banda Aceh, Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Kupang, Makassar, Gorontalo, Manado, Ternate, Sorong, dan Merauke.

Sementara itu, untuk potensi hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, BMKG memprakirakan kondisi tersebut terjadi di Kota Padang.

Ancaman Kekeringan di NTB

Di tengah potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah, kondisi berbeda terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB).

BMKG sebelumnya menetapkan sembilan dari 10 kabupaten/kota di NTB berstatus awas kekeringan meteorologis seiring periode hari tanpa hujan yang semakin panjang.

Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini mengatakan hanya Kota Mataram yang masih berada pada status siaga.

“Hanya Kota Mataram yang saat ini belum masuk status awas kekeringan karena masih level siaga, sedangkan sembilan daerah lainnya sudah berada di level awas kekeringan meteorologis,” kata Suci di Mataram, Senin (31/8/2026).

Sembilan daerah yang berstatus awas tersebut meliputi Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, serta Kota Bima.

Kondisi awas kekeringan tersebut mencakup 38 kecamatan di wilayah NTB.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :