Rencana Pemprov Kaltim menggandeng investor untuk proyek Kereta Api Kalimantan yang digaungkan Prabowo mendapat kritik tajam dari DPRD Kaltim
EKSPOSKALTIM, Samarinda — Sikap optimis Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menggaet investor untuk proyek Kereta api Kalimantan mendapat sentilan dari parlemen. Strategi Pemprov yang akan mengandalkan skema pembiayaan swasta dinilai tak lagi realistis.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Muhammad Samsun, melayangkan kritik terhadap rencana pencarian investor yang diwacanakan daerah. Menurutnya, mengharapkan investor asing maupun swasta masuk di tengah situasi ekonomi global saat ini adalah hal yang mustahil.
"Hari gini investor pada kabur keluar negeri gimana cara cari investor. Yang realistis saja," cetus Samsun pada Selasa (4/8).
Samsun mengingatkan bahwa ruang fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim saat ini sangat terbatas. Mengingat nilai investasi mega-proyek kereta api yang bisa mencapai puluhan triliun rupiah, ia menyindir keras jika ada wacana untuk membebani anggaran daerah.
"Kalau memang pemerintah mau bangunkan kaltim, bangunkan. Kaltim sudah tidak punya anggaran. Kalau dari APBD Kaltim dari 'hongkong', tinggal saumprit [sedikit, red]," lugas dia.
Meski melontarkan kritik menohok pada skema pendanaan, Samsun pada dasarnya menyambut sangat positif arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan PT KAI dan Kementerian Perhubungan mulai menyiapkan proyek kereta api di Kalimantan.
Lihat postingan ini di Instagram
Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah daerah di Kaltim wajib memberikan dukungan dan fasilitasi penuh, selama proyek vital tersebut didanai murni oleh pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Keren. Saya dukung. Pemda harus memfasilitasi. Selama itu bagus untuk pembangunan kaltim lets go on. Kalau dibangun Pak Prabowo dan dibiayai dengan senang hati kita terima," tegas Samsun.
Sikap skeptis yang disuarakan Samsun ini bertolak belakang dengan respons awal dari jajaran eksekutif. Sebelumnya, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menyatakan bahwa pihak Pemprov telah mengambil langkah awal dengan menginstruksikan dinas teknis untuk mencari calon investor.
"Kami sudah memberikan instruksi kepada dinas perhubungan untuk melaksanakan kajian dan beserta dengan calon investor yang akan melaksanakan pembangunan kereta api," singkatnya.
Pernyataan Gubernur Rudy Mas'ud inilah yang dinilai Samsun tidak membumi. Bagi wakil rakyat tersebut, proyek kereta api Kaltim ini hanya akan menjadi kenyataan apabila Presiden Prabowo Subianto mengeksekusinya secara langsung dengan kekuatan dana APBN Pusat, bukan dengan mengandalkan janji investor atau membebankan APBD daerah.



