Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, lapak-lapak penjual bendera Merah Putih yang biasanya ramai pembeli di Balikpapan justru terlihat lengang.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, pedagang bendera Merah Putih musiman di Kota Balikpapan, mengeluhkan penurunan penjualan yang mencapai lebih dari 50 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Salah seorang pedagang, Iman (42), mengaku kondisi penjualan tahun ini menjadi yang terburuk selama lebih dari satu dekade berjualan di Kota Beriman.
"Tahun ini parah sekali, menurun jauh dibanding tahun-tahun ke belakang. Penurunannya ada kalau 50 persen lebih," ujar Iman saat ditemui di lapaknya di Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan Selatan, Senin (3/8).
Pedagang asal Bandung, Jawa Barat, itu telah membuka lapaknya sejak 22 Juli 2026. Namun hingga awal Agustus, jumlah pembeli masih jauh di bawah harapan.
Menurut Iman, sejumlah pedagang bahkan belum memperoleh satu pun penjualan selama sepekan pertama berjualan.
"Ada teman yang satu minggu belum dapat uang sama sekali. Sampai ada yang pinjam uang buat makan. Biasanya memasuki Agustus begini kami sudah bisa setor ke bos, sekarang belum ada yang bisa setor," katanya.
Daya Beli Melemah dan Persaingan Toko Online
Iman menilai melemahnya daya beli masyarakat menjadi penyebab utama lesunya penjualan bendera dan ornamen kemerdekaan tahun ini. Selain itu, maraknya penjualan melalui platform daring juga dinilai ikut mengurangi jumlah pembeli di lapak-lapak pinggir jalan.
Padahal, harga yang ditawarkan relatif terjangkau. Bendera kecil dijual mulai Rp10.000, bendera kain ukuran rumah berkisar Rp35.000 hingga Rp60.000, sedangkan umbul-umbul atau bendera latar sepanjang 10 meter dibanderol sekitar Rp400.000.
Akibat kondisi tersebut, pendapatan pedagang turun drastis.
"Biasanya sebelum sepi begini, sehari bisa dapat Rp600.000 sampai Rp700.000. Kalau sekarang tidak tentu, kadang Rp200.000 saja susah," ujar Iman.
Ia mengaku berjualan setiap hari mulai pukul 06.30 WITA hingga menjelang Magrib.
Pedagang Didatangkan dari Bandung
Iman menjelaskan dirinya merupakan bagian dari jaringan pedagang musiman asal Bandung yang setiap tahun dikirim ke Balikpapan untuk berjualan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan.
Rekan-rekannya tersebar di sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan Jalan MT Haryono hingga Jalan Marsma R. Iswahyudi, Sepinggan. Seluruh pedagang menggunakan sistem bagi hasil dengan pemasok barang.
Meski penjualan lesu, mereka tetap berharap permintaan meningkat mendekati puncak perayaan HUT RI pada 17 Agustus mendatang.



