PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

654 Hektare Sawah Samarinda Terancam Gagal Tanam, Pemkot Andalkan Air Void Tambang

Home Berita 654 Hektare Sawah Samarin ...

Kemarau panjang mulai mengancam lumbung pangan Samarinda. Sebanyak 654 hektare sawah terancam gagal tanam akibat krisis air. 


654 Hektare Sawah Samarinda Terancam Gagal Tanam, Pemkot Andalkan Air Void Tambang
ILUSTRASI kondisi lahan sawah di kawasan Betapus Samarinda Utara nampak kering. Ekspos/Sintya

EKSPOSKALTIM, Samarinda — Kemarau panjang yang melanda Kota Samarinda memicu krisis air di sektor pertanian. Sedikitnya 654 hektare lahan sawah produktif terancam mengalami gagal tanam total.

Menanggapi ancaman terhadap ketahanan pangan daerah tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengambil langkah darurat dengan memanfaatkan air kolam bekas tambang (void) batu bara untuk menyuplai irigasi sawah warga.

Dampak kekeringan di sektor pertanian ini menjadi salah satu pembahasan krusial dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Pemkot Samarinda dan Komisi III DPRD Kota Samarinda pada Selasa (15/9).

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso, mengungkapkan bahwa ratusan hektare lahan pertanian warga berada dalam kondisi kritis akibat menipisnya pasokan air permukaan.

"Karena informasi dari Ketapang Tani sekitar 654 hektare lahan mengalami kekeringan. Sehingga berpotensi untuk menjadi gagal tanam,” ujar Suwarso.

Suwarso menjelaskan kriteria gagal tanam yang dimaksud adalah tertundanya kegiatan olah tanah dan penanaman padi yang seharusnya dijadwalkan mulai awal September akibat tiadanya pasokan air.

Untuk menembus kebuntuan sumber air irigasi, pemerintah memanfaatkan air void eks tambang yang telah melalui pengujian kelayakan laboratorium oleh DLH Samarinda. Dari upaya intervensi tersebut, sebagian lahan mulai terselamatkan.

Ia merincikan, beberapa titik void eks tambang yang resmi difungsikan telah lolos verifikasi kandungan kimiawi sehingga aman untuk tanaman pangan. Seperti di kawasan Makroman yang memiliki cakupan lahan terdampak seluas 42 hektare. Pengairan dari void saat ini telah dimanfaatkan Kelompok Tani (Poktan) Harapan Baru dan segera menyusul Poktan Karanganyar.

Selain itu air void di kawasan Tanah Merah juga dialirkan untuk menyokong pengairan persawahan di Serayu. Tak hanya itu, kawasan Bantuas pun juga mengandalkan pasokan void terverifikasi. Sementara di Betapus, pemerintah melakukan pembendungan dan penyedotan air dari Sungai Karangmumus setelah melalui peninjauan lapangan.

"Totalnya sekitar 207 hektare sudah berhasil kita lakukan penyiraman," terangnya.

Khusus Irigasi, Dilarang untuk MCK

Kendati air kolam bekas tambang tersebut dinyatakan layak untuk tanaman pangan, Suwarso memberikan catatan tegas mengenai batasan penggunaannya di masyarakat.

Berdasarkan hasil survei dan uji laboratorium DLH mengonfirmasi bahwa air tersebut layak dan aman untuk kepentingan irigasi pertanian.

Namun, air tersebut belum layak digunakan untuk kebutuhan harian rumah tangga maupun MCK (Mandi, Cuci, Kakus).

“Dari DLH sudah survei langsung, dan layak untuk kepentingan pertanian. Tapi belum layak untuk MCK,” ujar Suwarso.

Untuk mempercepat jangkauan bantuan di lapangan, BPBD Samarinda juga menyiagakan dukungan logistik berupa armada mesin pompa air berkapasitas besar.

Pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan Dinas Ketapang Tani untuk memetakan kebutuhan irigasi.

“Ini kita tinggal menunggu koordinasi dengan Ketapang. Kelompok tani mana yang membutuhkan, segera kita distribusikan," tutup Suwarso.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :