PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Tragedi Maut Tumbang Katingan, Satu Penyerang Polisi Sembunyi di Lanting Emas

Home Berita Tragedi Maut Tumbang Kati ...

Tim gabungan kepolisian berhasil menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel polisi saat operasi penggerebekan narkoba yang berujung maut.


Tragedi Maut Tumbang Katingan, Satu Penyerang Polisi Sembunyi di Lanting Emas
Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah berhasil menangkap seorang pria berinisial A yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan. Foto via Tabengan

EKSPOSKALTIM, Katingan - Terduga pelaku penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan dalam operasi penggerebekan bandar sabu di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, mulai ditangkap. Di tengah pencarian dua anggota polisi yang masih hilang, aparat gabungan juga memperluas perburuan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam insiden berdarah yang menewaskan Aipda Yudhi Perdana Putra tersebut.

Tim gabungan dari Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan mengamankan seorang pria berinisial A yang diduga kuat terlibat dalam aksi penyerangan terhadap anggota polisi saat operasi di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kamis (2/7).

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, prioritas utama aparat saat ini masih tertuju pada keselamatan personel yang belum ditemukan.

“Iya. Prioritas (saat ini) keselamatan anggota. Baru pengungkapan kasus,” ujar Dodik dikutip dari Kompas, Jumat (3/7/2026).

Terduga pelaku diamankan di sebuah lanting sedot emas di kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah. Setelah ditangkap, A langsung dibawa ke markas kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan keterlibatannya dalam penyerangan terhadap petugas.

“Kami telah mengamankan satu orang terduga pelaku berinisial A yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan terhadap anggota kami saat operasi di Desa Tumbang Kalemei,” kata Dodik.

Meski demikian, polisi memastikan pengungkapan kasus belum berhenti pada satu penangkapan tersebut. Tim gabungan masih melakukan pengejaran terhadap sejumlah orang lain yang diduga ikut terlibat dalam penyerangan.

“Terduga pelaku lainnya masih dalam proses pengejaran oleh tim gabungan. Kami akan terus melakukan pengembangan hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil diamankan,” tegasnya.

Dodik menegaskan pengusutan kasus ini menjadi prioritas setelah gugurnya Aipda Yudhi Perdana Putra saat menjalankan tugas pemberantasan narkotika.

“Kami berkomitmen mengusut tuntas kasus ini dan memastikan seluruh pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai proses hukum yang berlaku,” ujarnya.

Perhatian terhadap kasus tersebut kini juga datang dari Mabes Polri. Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menyatakan memberikan dukungan penuh terhadap seluruh proses penanganan di lapangan, mulai dari pencarian anggota yang hilang hingga pengungkapan jaringan narkotika yang menjadi target operasi.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengatakan pihaknya akan mem-back up seluruh langkah yang dilakukan jajaran di Kalimantan Tengah.

“Kami akan melakukan back up penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri,” kata Eko.

Ia menegaskan setiap operasi pemberantasan narkotika akan dievaluasi agar seluruh personel memiliki kesiapan maksimal menghadapi berbagai risiko di lapangan.

“Setiap pelaksanaan penindakan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan operasi, pemetaan potensi ancaman, hingga kekuatan personel dan perlengkapan. Keselamatan anggota merupakan prioritas tanpa mengurangi ketegasan dalam pemberantasan narkotika,” ujarnya.

Eko juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Aipda Yudhi saat menjalankan tugas.

“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” katanya.

Penuh Luka

Sementara itu, suasana duka menyelimuti Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya saat jenazah Aipda Yudhi tiba untuk menjalani autopsi. Jenazah dievakuasi dari Tumbang Samba menuju Palangka Raya menggunakan ambulans.

Kapolres Katingan mengungkapkan hasil pemeriksaan awal menemukan sejumlah luka akibat senjata tajam pada tubuh korban.

“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya sejumlah luka akibat senjata tajam pada tubuh Aipda Yudhi, terutama di bagian kepala dan tangan. Untuk memastikan penyebab pasti kematian serta kepentingan penyidikan, jenazah kini menjalani autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya,” ujarnya.

Dalam ambulans terpisah turut dievakuasi jenazah Teriyo, warga sipil yang juga meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Peristiwa berdarah itu bermula saat tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan operasi penindakan terhadap jaringan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis dini hari. Menurut polisi, operasi awalnya berhasil mengamankan seorang terduga pelaku narkotika.

Namun situasi berubah ketika sejumlah anggota keluarga terduga pelaku diduga melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam saat proses penangkapan berlangsung. Perlawanan itu kemudian memicu kedatangan warga lain ke lokasi sehingga situasi menjadi tidak terkendali.

Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhi gugur saat bertugas. Jasadnya kemudian ditemukan di sebuah lanting milik warga.

Sementara itu, dua anggota yang tergabung dalam Tim 1, yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, hingga kini masih belum ditemukan.

“Tim gabungan terus melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian, disertai pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap aparat,” kata Dodik.

Pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian hingga menyusuri aliran sungai dengan dukungan personel gabungan dari Polda Kalimantan Tengah.

“Saat ini kami masih memfokuskan seluruh upaya untuk menemukan dua anggota yang belum diketahui keberadaannya,” ujarnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :