EKSPOSKALTIM, Samarinda – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda memastikan infrastruktur teknologi informasi untuk pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 berjalan aman. Hingga tahapan akhir pendaftaran SMP jalur domisili, beban performa server tercatat sangat stabil.
Sekretaris Diskominfo Samarinda, Suparmin, mengungkapkan bahwa kelancaran ini merupakan buah dari perombakan total yang dilakukan sejak awal bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda.
"Sejak awal kami sepakat membangun sistem ini dari nol karena ada beberapa pertimbangan sehingga akhirnya sistemnya dibangun ulang," ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang mengalami efisiensi, Diskominfo Samarinda memutar otak agar tidak menambah beban belanja daerah untuk layanan cloud storage komersial. Solusinya, tim memaksimalkan aset infrastruktur digital yang sudah dimiliki oleh Pemkot Samarinda.
"Kita tidak punya keleluasaan membeli atau menambah cloud karena itu layanan berbayar. Jadi kita menggunakan infrastruktur yang sudah ada," katanya.
Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan akses (traffic spike) yang kerap menumbangkan server pendaftaran, Diskominfo menerapkan strategi pembagian jadwal pendaftaran ke dalam empat klaster terpisah.
"SD lebih dulu, kemudian SMP. Di masing-masing jenjang juga dibagi lagi berdasarkan jalur supaya beban sistem bisa dikendalikan," jelasnya.
Strategi pemisahan jalur tersebut terbukti sukses meredam beban server. Selama masa sibuk pendaftaran, penggunaan unit pemrosesan data utama (CPU usage) terpantau sangat rendah.
"CPU usage maksimum sekitar 20 persen. Artinya infrastruktur cloud yang kami siapkan masih sangat aman," ujarnya.
Rendahnya beban server ini juga didorong oleh keputusan Diskominfo untuk meremajakan bahasa pemrograman aplikasi menjadi lebih modern, ringan, serta memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam proses pengembangannya.
"Kami dibantu teknologi AI sehingga proses coding lebih efisien. Kami juga tidak lagi menggunakan bahasa pemrograman lama sehingga aplikasi menjadi lebih ringan," katanya.
Selain fokus pada keandalan sistem teknis di balik layar, tim Diskominfo Samarinda juga diterjunkan langsung untuk memberikan asistensi teknis secara berlapis dari hulu ke hilir.
"Mulai tahap perencanaan sampai implementasi kami dampingi. Operator sekolah, operator dinas, termasuk orang tua yang mengalami kesulitan juga kami bantu," ucapnya.
Meski implementasi secara umum diklaim sukses, Suparmin mencatat ada beberapa poin krusial yang perlu disempurnakan, terutama terkait akurasi titik koordinat GPS pada jalur domisili serta kesenjangan literasi digital di masyarakat. Beberapa masyarakat datang ke sekolah lantaran tidak memiliki handphone atau kesulitan mengakses sistem.
“Itu tetap kami bantu. Seluruh catatan evaluasi akan menjadi bahan perbaikan untuk pelaksanaan SPMB tahun 2027," pungkasnya.



