PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Viral Sekuriti Pasar Pagi Sebut “Media Busuk”, Wali Kota Samarinda Minta Maaf

Home Berita Viral Sekuriti Pasar Pagi ...

Polemik antara jurnalis dan sekuriti Pasar Pagi Samarinda yang memicu sorotan publik mendapat tanggapan langsung dari Wali Kota Andi Harun.


Viral Sekuriti Pasar Pagi Sebut “Media Busuk”, Wali Kota Samarinda Minta Maaf
Wali Kota Samarinda Andi Harun merespons polemik perseteruan oknum security Pasar Pagi dengan jurnalis yang viral di media sosial. Andi Harun meminta persoalan tidak dibesar-besarkan, menyebut kemungkinan terjadi karena miskomunikasi, serta menyampaikan permintaan maaf kepada jurnalis atas nama Pemkot Samarinda. Ekspos/Sintya

EKSPOSKALTIM, Samarinda – Polemik antara jurnalis dan seorang petugas keamanan di kawasan Pasar Pagi Samarinda yang viral di media sosial mendapat respons Wali Kota Samarinda Andi Harun.

Alih-alih memperlebar persoalan, Andi Harun memilih mendorong penyelesaian secara persuasif. Ia meminta insiden tersebut tidak dibesar-besarkan sebelum duduk perkara diketahui secara utuh.

Sebelumnya, video perseteruan antara pewarta dan seorang sekuriti beredar di media sosial. Dalam video itu, pewarta yang disebut tengah menjalankan aktivitas peliputan mendapat teriakan “media busuk” dari petugas keamanan.

Peristiwa tersebut kemudian menuai sorotan karena terjadi ketika wartawan sedang menjalankan tugas jurnalistik di kawasan Pasar Pagi.

Saat ditanya EksposKaltim, Rabu (12/8), Andi Harun mengaku belum mengetahui secara persis kronologi maupun konteks yang melatarbelakangi kejadian tersebut.

“Saya belum mengetahui persis duduk masalahnya. Tapi saya menyarankan tidak usah kita besar besarkan. Kemungkinan ini berangkat dari kesalahpahaman atau miskomunikasi. Kemungkinan karena lelah lalu kemudian ya bisa saja ada hal-hal tertentu,” jelasnya.

Meski meminta persoalan tidak diperbesar, Andi Harun tidak mengabaikan ucapan yang dilontarkan seorang petugas keamaan tersebut. Bahkan, ia menyampaikan permintaan maaf atas nama Pemerintah Kota Samarinda apabila terdapat petugas pemerintah yang melakukan kesalahan terhadap wartawan.

“Saya mewakili pemerintah Kota kalau sekuriti saya atau Satpol PP saya di Pasar Pagi, mungkin karena kelelahan atau apapun latar belakangnya ada kesalahan di teman-teman wartawan saya minta maaf,” tuturnya.

Andi Harun tetap menyayangkan adanya ucapan yang berpotensi merendahkan kerja jurnalistik, tetapi juga tidak ingin sebuah insiden di lapangan berkembang menjadi konflik berkepanjangan hanya karena miskomunikasi.

Ia menegaskan Pasar Pagi sebagai ruang publik pada prinsipnya terbuka bagi aktivitas peliputan. Ia memastikan wartawan tidak dilarang menjalankan tugas jurnalistik di kawasan tersebut.

“Silakan, itu ruang publik boleh diliput,” ucapnya.

Namun, keterbukaan tersebut menurutnya tetap memiliki batas berupa aturan operasional yang berlaku di lokasi. Wartawan diminta menghormati SOP internal, sebagaimana petugas keamanan juga semestinya menyampaikan aturan tersebut secara baik kepada pihak yang melakukan peliputan.

“Tapi tolong juga hormati standar operasional prosedur itu memang bangunan tapi kan ada-ada aturan internal di SOP masing-masing. Itu juga harus dihormati misalnya.”

Bagi Andi Harun, persoalan sebenarnya bukan terletak pada boleh atau tidaknya wartawan melakukan peliputan, melainkan bagaimana komunikasi antara petugas dan jurnalis berlangsung ketika terdapat aturan atau pembatasan tertentu di lapangan.

Ia meminta setiap arahan dari petugas keamanan maupun Satpol PP disampaikan secara persuasif, sementara pihak wartawan juga tidak perlu mempertentangkannya apabila persoalan masih dapat diselesaikan melalui komunikasi.

Ia bahkan mengingatkan agar insiden semacam ini tidak berkembang menjadi polemik yang justru menguras energi publik. Menurutnya, masih banyak persoalan pembangunan dan pelayanan masyarakat yang lebih membutuhkan perhatian.

“Kan masih banyak yang lebih produktif bisa kita usahakan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas Perdagangan Samarinda juga telah merespons video tersebut. Disdag menyatakan akan mempertemukan pihak media dengan pengelola Pasar Pagi untuk menyelesaikan persoalan sekaligus menyamakan pemahaman mengenai SOP peliputan.

Disdag menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi wartawan melakukan peliputan di Pasar Pagi, meski terdapat sejumlah ketentuan internal yang perlu dikomunikasikan dengan pengelola.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :