PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Ikhtiar Kaltim Merawat 240 Ribu Hektare Mangrove

Home Berita Ikhtiar Kaltim Merawat 24 ...

Tak banyak yang menyadari bahwa salah satu kekayaan ekologis terbesar Kalimantan Timur justru tumbuh di tepian laut.


Ikhtiar Kaltim Merawat 240 Ribu Hektare Mangrove
Wisatawan menyusuri titian ulin di Bontang Mangrove Park, Kaltim. Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Bagi Kalimantan Timur, mangrove bukan sekadar vegetasi yang tumbuh di kawasan pasang surut. Hutan bakau menjadi benteng alami yang melindungi garis pantai dari abrasi, tempat berkembang biak berbagai biota perairan, sekaligus penyerap karbon yang berperan penting dalam menghadapi perubahan iklim.

Kesadaran itulah yang mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperkuat upaya perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove melalui penyusunan Rencana Pengelolaan dan Perlindungan Ekosistem Mangrove (RPPEM) Tahun 2026.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, Joko Istanto, mengatakan dokumen tersebut tidak hanya disusun untuk memenuhi kewajiban regulasi, melainkan sebagai pijakan jangka panjang dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan di wilayah pesisir.

“RPPEM merupakan instrumen penting untuk memastikan pembangunan pesisir berjalan selaras dengan prinsip-prinsip keberlanjutan,” ujarnya, dikutip dari antara, Sabtu (13/6).

Dokumen itu nantinya akan menjadi acuan strategis yang memuat arah kebijakan, program perlindungan, hingga pemanfaatan ekosistem mangrove secara berkelanjutan.

Langkah tersebut dinilai mendesak mengingat Kalimantan Timur memiliki garis pantai yang panjang dan ekosistem mangrove yang luas, namun pada saat yang sama menghadapi berbagai tekanan, mulai dari aktivitas ekonomi hingga dampak perubahan iklim global.

Data pemerintah menunjukkan luas mangrove di Kalimantan Timur saat ini mencapai lebih dari 240 ribu hektare. Selain berfungsi menjaga pesisir dari abrasi, kawasan tersebut juga menjadi bagian penting dari ekosistem karbon biru yang berkontribusi dalam menyerap emisi karbon.

Dalam proses penyusunannya, pemerintah daerah melibatkan berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah, akademisi, organisasi lingkungan, hingga perwakilan masyarakat pesisir.

DLH Kaltim saat ini tengah memetakan kondisi eksisting mangrove, mengidentifikasi daya dukung lingkungan, hingga merumuskan pembagian kewenangan pengelolaan dari tingkat tapak hingga provinsi.

Harapannya, upaya pelestarian tidak hanya menjaga fungsi ekologis mangrove, tetapi juga membuka ruang bagi pemanfaatan ekonomi yang berkelanjutan.

Melalui perencanaan yang terintegrasi, menurutnya, potensi mangrove dapat dikembangkan melalui sektor ekowisata maupun pemanfaatan hasil hutan bukan kayu tanpa mengurangi perannya sebagai pelindung pesisir dan penyerap karbon alami.

Termasuk, di tengah semakin besarnya tantangan iklim global, hutan mangrove di Kalimantan Timur bukan lagi sekadar hamparan hijau di tepi laut. Ia menjadi salah satu aset lingkungan paling berharga yang akan menentukan ketahanan pesisir dan kualitas hidup generasi mendatang.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :