PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Banjir Kiriman Mahulu Rendam Kubar, 4 Kecamatan Terendam hingga 1 Meter

Home Berita Banjir Kiriman Mahulu Ren ...

Debit air dari hulu Sungai Mahakam terus naik dan merendam empat kecamatan di Kutai Barat, memaksa warga bertahan di rumah panggung di tengah akses jalan yang lumpuh total.


Banjir Kiriman Mahulu Rendam Kubar, 4 Kecamatan Terendam hingga 1 Meter
Banjir mulai merendam Kecamatan Tering di Kutai Barat. Ketinggian air di beberapa titik bahkan mencapai 1 meter. Foto: Istimewa

EKSPOSKALTIM, Kutai Barat – Banjir kiriman dari wilayah hulu Sungai Mahakam mulai menerjang Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur. Tak tanggung-tanggung, air bah dilaporkan telah merendam hingga empat kecamatan. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar mengonfirmasi bahwa luapan air sungai dan penuhnya kapasitas danau kini telah merambah pemukiman warga di beberapa kecamatan.

Kepala BPBD Kabupaten Kutai Barat, Yudianto Rihartono, menjelaskan bahwa banjir ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan di wilayah hulu yang menyebabkan Sungai Boh di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) meluap.

Kondisi ini diperparah oleh penuhnya daya tampung sejumlah danau di Kubar yang akhirnya tumpah ke aliran utama Sungai Mahakam.

"Luapan air tersebut membuat banjir kini merendam empat kecamatan di Kubar, yaitu Kecamatan Tering, Long Iram, Melak, dan Manor Bulatn. Pergerakan air perlahan-lahan mulai merambat turun ke wilayah hilir," urai Yudianto, Rabu (20/5/2026).

Ketinggian Air Capai 1 Meter

Berdasarkan data terkini di lapangan, dampak terparah terkonsentrasi di Kecamatan Tering dan Kecamatan Long Iram. Di dua wilayah tersebut, sedikitnya 9 kampung terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 1 meter.

Di Kecamatan Tering saja, air merendam Kampung Tering Seberang, Tering Lama, Tukul, dan Jelemuk. Dampaknya luapan ini menggenangi sedikitnya 1.340 unit rumah yang dihuni oleh lebih dari 5.700 jiwa. Sementara di Kecamatan Long Iram, air juga dilaporkan mulai merangkak naik dan merendam beberapa kampung.

"Hingga saat ini belum ada laporan adanya warga yang mengungsi, mayoritas masih memilih bertahan di lantai dua rumah masing-masing. Akses darat di sebagian besar titik sudah putus total. Beruntung, sejauh ini tidak ada informasi mengenai adanya korban jiwa," imbuh Yudianto.

Sekolah Diliburkan

Lumpuhnya akses darat berimbas langsung pada mandeknya roda perekonomian warga. M. Nur, salah seorang warga Kampung Tering Seberang, mengungkapkan bahwa laju kenaikan air berlangsung sangat cepat dalam tiga hari terakhir.

Baca juga : https://www.eksposkaltim.com/berita-15705-bmkg-ingatkan-potensi-banjir-di-kaltim-pada-akhir-november.html

Untuk mengantisipasi genangan di dalam rumah, warga secara mandiri mulai membangun dipan panggung atau bale-bale darurat agar tetap bisa beristirahat.

"Sudah tiga hari ini air naik cepat. Di dalam rumah air sudah masuk di atas lutut, bahkan kalau di area pertokoan atau kios sudah sepinggang. Kami terpaksa membuat bale-bale darurat untuk tempat tidur. Banjir ini sangat mengganggu aktivitas, mau beli barang kebutuhan pokok susah karena jalan kaki saja sudah sulit," keluh M. Nur.

Selain memutus mobilitas warga, sektor pendidikan ikut terdampak. Fasilitas sekolah seperti SDN 004 Jelemuk dan MTs 001 Tering Seberang terpaksa menghentikan aktivitas belajar mengajar secara tatap muka. Aktivitas sekolah diliburkan sementara waktu karena akses jalan darat menuju lokasi sekolah terendam total.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :