PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Dari Kampung Nelayan Jadi Tempat Healing, Keramba Apung Bontang Kuala Disulap Jadi Wisata Laut

Home Berita Dari Kampung Nelayan Jadi ...

Tak cuma budidaya ikan, nelayan Bontang Kuala kini menyiapkan wisata makan di atas laut, snorkeling, hingga tur keliling perairan dengan speedboat.


Dari Kampung Nelayan Jadi Tempat Healing, Keramba Apung Bontang Kuala Disulap Jadi Wisata Laut
Para nelayan di Bontang mengembangkan keramba apung yang terintegrasi dengan destinasi wisata Bontang Kuala. ANTARA/Ahmad Rifandi.

EKSPOSKALTIM, Bontang – Kawasan pesisir Bontang Kuala, Kota Bontang, Kalimantan Timur, mulai dikembangkan menjadi destinasi wisata laut berbasis kehidupan nelayan. Keramba apung yang selama ini identik dengan budidaya ikan, kini disiapkan menjadi daya tarik wisata baru bagi pengunjung.

Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Bontang, Jafar, mengatakan pengembangan keramba apung tidak lagi hanya difokuskan untuk sektor perikanan budidaya, tetapi juga diarahkan menjadi ruang wisata yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir.

“Kami mengembangkan keramba ini tidak semata untuk sektor budidaya ikan tetapi juga pariwisata yang bisa mengangkat perekonomian masyarakat pesisir,” ujar Jafar, ditulis Selasa  (19/5). 

Menurut dia, Pemerintah Kota Bontang telah menetapkan kawasan Bontang Kuala sebagai lokasi pengembangan wisata keramba pesisir. Hingga kini, sedikitnya terdapat sekitar 30 petak keramba aktif yang dikelola nelayan lokal di kawasan tersebut.

Selain menjadi lokasi budidaya, keramba-keramba itu nantinya juga akan terintegrasi dengan konsep wisata kuliner terapung. Pengunjung dapat memilih langsung ikan hasil budidaya sebelum menikmati hidangan di atas rumah makan terapung yang dibangun di tengah perairan.

“Fasilitas kuliner ini bertujuan menarik perhatian wisatawan dengan menawarkan pengalaman menyantap hidangan tepat di atas permukaan air,” jelasnya.

Jenis ikan yang dibudidayakan di antaranya kerapu, ikan putih, hingga kakap merah yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Dalam satu petak keramba berukuran tiga kali tiga meter, nelayan dapat menampung hingga sekitar 250 bibit ikan.

Tak berhenti pada wisata kuliner, kelompok nelayan setempat juga mulai menyiapkan paket wisata terpadu yang menyasar wisatawan lokal maupun luar daerah.

Konsep wisata itu meliputi aktivitas snorkeling, tur keliling kawasan perairan Bontang Kuala menggunakan kapal cepat, hingga paket makan siang di area keramba apung.

Menurut Jafar, pengembangan wisata berbasis keramba apung tersebut diharapkan dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat pesisir, sekaligus mendukung program ketahanan pangan sektor perikanan budidaya di daerah.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :