PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Daya Tarik Bontang Menguat, Investasi Tembus Rp3,08 Triliun

Home Berita Daya Tarik Bontang Mengua ...

Realisasi investasi Kota Bontang pada 2025 mencapai Rp3,08 triliun atau 123,23 persen dari target, mencerminkan peningkatan kepercayaan investor dan pertumbuhan 13,66 persen dibanding tahun sebelumnya. 


Daya Tarik Bontang Menguat, Investasi Tembus Rp3,08 Triliun
Seorang warga mengayuh sampan melintasi perkampungan terapung di atas laut, Malahing, di Bontang, Kalimantan Timur. Perkampungan Malahing yang berkapasitas penduduk 217 jiwa dan menjadi mitra binaan PT Pupuk Kalimantan Timur tersebut sedang dikembangkan menjadi Kampung Konservasi Ekowisata Pesisir yang mandiri dan berkelanjutan. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/kye.

EKSPOSKALTIM, Bontang – Realisasi investasi Kota Bontang pada 2025 mencapai Rp3,08 triliun atau 123,23 persen dari target Rp2,5 triliun, sekaligus mencatat pertumbuhan 13,66 persen dibanding 2024.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang Muhammad Aspian Nur mengatakan capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap daerah.

“Tidak hanya itu, capaian ini juga mencerminkan adanya pertumbuhan signifikan sebesar 13,66 persen dibanding realisasi investasi tahun 2024,” ujarnya di Bontang, Rabu (6/5). 

Dari total realisasi tersebut, investasi masih didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp3,02 triliun, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat Rp54,11 miliar.

Secara keseluruhan, capaian investasi berasal dari 323 proyek yang direalisasikan oleh 81 pelaku usaha besar, mencerminkan aktivitas investasi yang dinamis serta keberlanjutan proyek strategis di daerah.

Untuk PMA, dua sektor utama yang mendominasi adalah perumahan serta kawasan industri dan perkantoran. Sektor ini dinilai menjadi indikator berkembangnya Bontang tidak hanya sebagai kota industri, tetapi juga mulai menarik pada sektor jasa dan hospitality.

Sementara pada PMDN, struktur investasi didominasi sektor industri pengolahan, khususnya industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi dengan kontribusi mencapai 85,96 persen.

Disusul sektor perdagangan dan reparasi sebesar 5,18 persen, industri logam dasar dan barang logam bukan mesin 3,16 persen, usaha jasa lainnya 2,32 persen, serta hotel dan restoran 1,12 persen.

“Dominasi sektor industri kimia mempertegas karakteristik Bontang sebagai kawasan industri strategis di Kaltim, didukung oleh keberadaan industri besar dan ekosistem pendukungnya,” kata Aspian.

Adapun sebaran investasi per kecamatan didominasi Bontang Utara sebesar Rp1,17 triliun atau 98,94 persen, diikuti Bontang Barat Rp9,36 miliar (0,79 persen) dan Bontang Selatan Rp3,2 miliar (0,27 persen).


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :