Perhelatan Kaltim Halal Festival (KalaFest) 2026 tak hanya dipadati puluhan ribu pengunjung di Samarinda dan sejumlah daerah di Kalimantan Timur, tetapi juga menghasilkan transaksi ratusan juta rupiah serta membuka akses pembiayaan syariah miliaran rupiah bagi pelaku UMKM lokal.
EKSPOSKALTIM, Jakarta - Perhelatan Kaltim Halal Festival (KalaFest) 2026 yang berlangsung pada 8-10 Mei 2026 di Samarinda dan sejumlah daerah di Bumi Etam membukukan transaksi sebesar Rp670 juta serta penyaluran pembiayaan syariah senilai Rp3,29 miliar.
Pelaksana Harian Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Bayuadi Hardiyanto, mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Bumi Etam.
“Festival halal ini menghadirkan berbagai inisiatif strategis untuk mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis nilai Islam,” ujar Bayuadi saat penutupan KalaFest 2026 di pelataran Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda, Senin (11/5).
KalaFest tahun ini tidak hanya dipusatkan di Samarinda, tetapi juga digelar serentak di sejumlah daerah lain seperti Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Bontang, Berau, hingga Mahakam Ulu melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kegiatan tersebut melibatkan puluhan UMKM lokal dengan total nilai penjualan mencapai Rp670.034.600.
Sebagai bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia, pelaksanaan KalaFest dipusatkan di dua lokasi utama, yakni Islamic Center Samarinda dan Kantor Perwakilan BI Kaltim.
Antusiasme masyarakat juga tercatat tinggi selama festival berlangsung. Total pengunjung fisik mencapai lebih dari 24.815 orang, sementara jangkauan audiens melalui platform digital menembus 702.483 orang.
Menurut Bayuadi, KalaFest 2026 berfokus pada tiga pilar utama, yakni pembiayaan dan keuangan sosial syariah, halal lifestyle, serta digitalisasi dan literasi ekonomi syariah.
Salah satu program utama dalam festival tersebut ialah business matching bertajuk BIMA ETAM atau Edukasi serta Literasi Keuangan UMKM. Program yang bekerja sama dengan OJK Kaltim-Kaltara itu mempertemukan pelaku UMKM syariah dengan tujuh lembaga keuangan syariah.
Dari program tersebut, sebanyak 20 pelaku usaha memperoleh pembiayaan senilai Rp3,29 miliar.
Selain akses permodalan, para pelaku UMKM juga mendapatkan edukasi terkait literasi keuangan dan digitalisasi usaha, termasuk penggunaan pencatatan keuangan digital untuk memperkuat tata kelola bisnis yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Melalui capaian KalaFest 2026, Kalimantan Timur menargetkan penguatan posisi sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah di wilayah Timur Indonesia.



