Permintaan tiket pesawat jelang arus mudik Lebaran dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan melonjak tajam. Sejumlah penerbangan dilaporkan telah habis terjual, sementara tiket yang tersisa didominasi rute transit dengan harga yang bisa menembus hingga Rp7 juta.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Lonjakan permintaan tiket pesawat mulai terasa menjelang arus mudik Lebaran di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan R Iwan Winaya Mahdar mengatakan banyak penerbangan langsung menuju sejumlah kota tujuan telah habis terjual, sehingga masyarakat semakin sulit mendapatkan tiket.
Menurut dia, tiket yang masih tersedia di sejumlah aplikasi pemesanan umumnya merupakan penerbangan dengan rute transit melalui beberapa kota.
“Bukan semata-mata tiketnya mahal, tetapi karena penerbangan tersebut harus transit di beberapa kota. Ada yang harganya bahkan bisa mencapai di atas tarif batas atas, sekitar Rp4 juta hingga Rp7 juta,” ujar Iwan, Selasa (17/3/2026), dikutip dari web berita Pemprov Kaltim.
Rute transit tersebut membuat waktu perjalanan menjadi lebih panjang sekaligus membuat harga tiket terlihat lebih tinggi dibandingkan penerbangan langsung.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik, maskapai telah menambah 59 penerbangan ekstra yang dilayani oleh tiga maskapai, yakni AirAsia, Garuda Indonesia, dan Citilink.
Namun tambahan penerbangan tersebut juga dilaporkan telah habis dipesan penumpang, menandakan tingginya minat masyarakat untuk pulang kampung pada Lebaran tahun ini.
Bandara Sepinggan memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret dengan jumlah penumpang yang datang maupun berangkat diperkirakan mencapai sekitar 19.000 orang dalam satu hari.
Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+6 Lebaran atau 28 Maret dengan jumlah penumpang yang diproyeksikan mencapai sekitar 23.000 orang.
Secara keseluruhan, pergerakan penumpang selama periode angkutan Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 313.000 orang atau meningkat sekitar 2 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Pihak bandara pun mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik lebih awal, termasuk memesan tiket keberangkatan dan kepulangan sejak dini mengingat ketersediaan kursi semakin terbatas mendekati hari keberangkatan.
Selain itu, bandara bersama Otoritas Bandar Udara Wilayah VII juga terus melakukan asesmen dan pengawasan rutin terhadap operasional untuk memastikan kesiapan fasilitas, prosedur operasional, serta sumber daya manusia selama periode mudik Lebaran.


