google-site-verification: google21951ce8c6799507.html
PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Yu Sheng, Ritual Tionghoa untuk Rezeki dan Keharmonisan Keluarga

Home Berita Yu Sheng, Ritual Tionghoa ...

YYu Sheng tetap bertahan sebagai pengingat harapan, kebersamaan, dan keseimbangan hidup.


Yu Sheng, Ritual Tionghoa untuk Rezeki dan Keharmonisan Keluarga
Hidangan salad dalam prosesi Yu Sheng. ANTARA/ (Sinta Ambar)

EKSPOSKALTIM, Jakarta - Di balik prosesi mengaduk salad berwarna-warni yang kerap menghiasi perayaan Imlek, tersimpan harapan akan rezeki, kesehatan, dan keharmonisan keluarga. Bagi masyarakat Tionghoa, khususnya komunitas Hakka, tradisi Yu Sheng bukan sekadar jamuan, melainkan ritual simbolik yang sarat makna.

Perwakilan Komunitas Hakka Indonesia sekaligus pakar Tionghoa dari Museum Hakka, Jimmy S. Herlambang, menjelaskan bahwa Yu Sheng telah menjadi tradisi populer di Indonesia, Malaysia, dan Singapura, serta dikenal luas di China.

“Ada arti yang sangat bagus. Untuk rezeki, kesehatan, sampai keharmonisan keluarga. Karena itu Yu Sheng sangat lekat dengan masyarakat Tionghoa dan dilakukan setiap tahun,” kata Jimmy dikutip media ini dari antara, Sabtu (31/1).

Secara visual, Yu Sheng menyerupai salad sayur. Hidangan ini tersusun dari 10 jenis bahan atau lebih, mulai dari wortel, lobak dengan beragam warna, kol ungu, hingga kacang yang digoreng cokelat keemasan. Di dalamnya juga terdapat ikan, yang menjadi simbol utama keberlimpahan rezeki.

Racikan tersebut dilengkapi saus plum dan minyak beraroma untuk menghadirkan perpaduan rasa manis, asam, dan gurih.

 

“Ikan melambangkan rezeki yang tidak habis. Artinya, apa yang kita peroleh sepanjang tahun masih tersisa di akhir tahun. Itu tanda keberuntungan,” jelas Jimmy.

Prosesi Yu Sheng dilakukan secara kolektif. Anggota keluarga atau kerabat akan mengaduk seluruh bahan menggunakan sumpit, lalu mengangkatnya setinggi mungkin secara bersamaan.

“Semakin tinggi diangkat, diharapkan hoki dan keharmonisan keluarga juga semakin tinggi,” ujarnya.

Tradisi ini telah berlangsung ribuan tahun dan umumnya digelar saat perayaan Imlek hingga Cap Go Meh, atau 15 hari setelah Imlek. Momentum tersebut juga berkelindan dengan siklus alam.

Jimmy menambahkan dalam tradisi Tionghoa, Imlek menandai awal musim semi, waktu masyarakat mulai bercocok tanam.

“Yu Sheng menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan dan harapan agar proses bercocok tanam serta kehidupan ke depan berjalan lancar,” katanya.

Di tengah perayaan modern, Yu Sheng tetap bertahan sebagai pengingat bahwa Imlek bukan hanya tentang pergantian tahun, tetapi juga tentang harapan, kebersamaan, dan keseimbangan hidup.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :

Komentar Facebook

komentar