Dalam setahun terakhir, Kalimantan Timur kehilangan 36.707 hektare hutan. Upaya tanam kembali memang berjalan, tapi baru menyentuh separuh dari hutan yang hilang.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Penyusutan hutan di Kalimantan Timur masih terjadi. Sepanjang 2024, luas hutan yang hilang tercatat mencapai 36.707,16 hektare. Pada periode yang sama, upaya reforestasi atau penanaman kembali baru menjangkau 17.513,17 hektare, meninggalkan selisih kehilangan hutan yang masih besar.
Meski begitu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengeklaim, tetap berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan melalui program reforestasi yang berkelanjutan. Juru Bicara Pemprov Kaltim Muhammad Faisal mengatakan Kaltim masih memiliki bentang alam hutan yang luas dengan pengelolaan yang diatur secara ketat.
“Hal itu membuktikan bahwa pembangunan daerah berjalan selaras dengan prinsip keseimbangan ekosistem,” ujar Faisal dikutip dari ANTARA, Selasa (16/12).
Bersandar Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 397 Tahun 2025, total luas kawasan hutan di Kalimantan Timur mencapai 8.045.416,92 hektare. Kawasan ini, kata dia, mencakup berbagai fungsi hutan yang dipertahankan dan dikelola secara berkelanjutan.
Rinciannya, meliputi Hutan Lindung seluas 1.648.908,99 hektare, Hutan Produksi Tetap 2.941.434,09 hektare, Hutan Produksi Terbatas 2.919.150,74 hektare, Hutan Produksi yang dapat dikonversi 78.119,25 hektare, serta Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam seluas 457.803,85 hektare.
Faisal menegaskan pembahasan soal penyusutan hutan perlu dilihat secara proporsional dengan upaya reforestasi yang dilakukan setiap tahun. Mengutip data Direktorat Jenderal Planologi Kementerian Kehutanan, luas penyusutan hutan di Kalimantan Timur pada 2024 tercatat sebesar 36.707,16 hektare.
Pada periode yang sama, reforestasi dilakukan dengan luasan mencapai 17.513,17 hektare. “Data tersebut menunjukkan selisih penyusutan hutan sebesar 19.193,99 hektare. Ini menunjukkan bahwa di tengah tekanan terhadap hutan, upaya penanaman kembali tetap berjalan dan menjadi bagian dari kebijakan pengelolaan lingkungan yang berkesinambungan,” kata Faisal yang juga menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim.
Ia menambahkan kegiatan reforestasi tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, dengan luasan terbesar berada di Kutai Timur, Kutai Barat, dan Kutai Kartanegara.
Pemprov Kaltim menyebut rehabilitasi hutan dan lahan dilakukan secara berkelanjutan melalui skema kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten dan kota, dunia usaha, serta partisipasi masyarakat sekitar hutan.
“Setiap tahun selalu ada upaya penanaman kembali sebagai bentuk tanggung jawab kolektif dalam menjaga keseimbangan ekosistem daerah,” tuturnya.
Meski luas kawasan hutan masih mendominasi wilayah Kalimantan Timur, data menunjukkan laju penyusutan hutan masih lebih cepat dibandingkan upaya pemulihannya. Pemprov Kaltim menyatakan reforestasi akan terus diperkuat, meski tantangan menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian hutan tetap menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai.
Kutim Teratas
Penyusutan hutan terjadi hampir di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur sepanjang 2024, dengan Kutai Timur dan Berau menjadi kontributor terbesar.
Kabupaten Kutai Timur mencatat kehilangan hutan paling luas, mencapai 19.828,80 hektare, diikuti Berau 10.054,44 hektare, dan Kutai Barat 3.836,98 hektare.
Daerah lain terdampak lebih kecil, Kutai Kartanegara 1.709,03 hektare, Paser 601,34 hektare, Mahakam Ulu 441,10 hektare, dan Penajam Paser Utara 204,28 hektare. Untuk kota, Balikpapan hanya kehilangan 31,19 hektare.




