EKSPOSKALTIM, BALIKPAPAN - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan tengah bersiap menyambut kepulangan jemaah haji yang dijadwalkan mulai mendarat di tanah air pada Minggu, 7 Juni 2026 mendatang.
Secara keseluruhan, terdapat 17 kelompok terbang (kloter) asal Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Utara (Kaltara), Sulawesi Tengah (Sulteng), dan Sulawesi Tenggara (Sultra) yang akan dipulangkan secara bertahap hingga akhir Juni.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Balikpapan, Suharto Baijuri, menjelaskan, kloter pertama yang akan tiba di tanah air merupakan jemaah asal Kota Samarinda.
"Jemaah kloter satu dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan pada 7 Juni 2026 pukul 23.10 WITA menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 4401. Kami berharap seluruh proses pendaratan berjalan aman dan lancar," ujar Suharto, Rabu (3/6/2026).
Suharto menambahkan, proses pemulangan jemaah haji gelombang ini akan terus bergulir hingga kloter terakhir resmi mendarat di Embarkasi Balikpapan pada 30 Juni 2026.
Koordinasi Lintas Sektoral Demi Kenyamanan Jemaah
Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah yang baru tiba dari tanah suci, pihak embarkasi telah melakukan koordinasi intensif dan pemantapan simulasi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).
Sinergi ini melibatkan PT Angkasa Pura I, maskapai Garuda Indonesia, pihak Imigrasi, Bea dan Cukai, hingga Balai Kekarantinaan Kesehatan Balikpapan.
Tak hanya itu, aparat keamanan dari Polda Kaltim dan unsur TNI turut diterjunkan ke lapangan demi menciptakan situasi kondusif di area luar dan dalam bandara.
"Sejauh ini, seluruh jemaah terlayani dengan sangat baik. Alhamdulillah, mereka merasa nyaman. Panitia memang terus melakukan berbagai evaluasi, perubahan, dan perbaikan regulasi pelayanan agar jemaah merasa puas, terutama saat proses alur pemulangan di debarkasi nanti," jelasnya.
Evaluasi Kesehatan: 8 Jemaah Wafat, 17 Orang Gagal Berangkat
Di sisi lain, Suharto turut menyampaikan kabar duka mengenai kondisi kesehatan jemaah selama berada di tanah suci. Hingga saat ini, tercatat ada 8 jemaah haji asal Embarkasi Balikpapan yang dilaporkan meninggal dunia.
"Rata-rata jemaah yang wafat merupakan lansia berusia di atas 65 tahun. Penyebab utamanya adalah faktor penyakit bawaan seperti hipertensi dan serangan jantung. Mari kita doakan bersama semoga seluruh amal ibadah mereka diterima di sisi-Nya," ungkap Suharto.
Selain jemaah wafat, PPIH juga mencatat ada 17 calon jemaah haji yang terpaksa gagal dan tertunda keberangkatannya pada musim haji tahun ini akibat kendala medis serius.
Rinciannya, dua orang dideteksi dalam kondisi hamil, sementara sisanya merupakan pasien aktif kanker serta jemaah yang harus menjalani rutinitas cuici darah.
"Keberangkatan ke-17 jemaah ini terpaksa kita tunda ke tahun depan agar mereka bisa fokus menjalani pengobatan medis terlebih dahulu. Jika pada tahun depan kondisi kesehatan yang bersangkutan tetap tidak memungkinkan, maka peluang porsinya dapat dialihkan secara resmi kepada ahli waris," pungkas Suharto.

