PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

IKN Gaspol Lagi, 20 Ribu Pekerja Disiapkan untuk Tahap II

Home Berita Ikn Gaspol Lagi, 20 Ribu ...

Pembangunan fisik tahap kedua difokuskan pada dua kompleks besar.


IKN Gaspol Lagi, 20 Ribu Pekerja Disiapkan untuk Tahap II
Kepala Otorita Basuki memastikan tahap kedua pembangunan IKN bakal berlangsung lebih cepat. Foto: Dok.Kementerian PUPR

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono memproyeksikan jumlah pekerja mencapai 20 ribu orang dalam tahap kedua pembangunan.

Lonjakan tenaga kerja ini untuk mempercepat proyek setelah terbitnya Perpres Nomor 79 Tahun 2025 yang menetapkan IKN sebagai pusat pemerintahan Indonesia.

“Pada tahap kedua, jumlah pekerja diperkirakan mencapai 20 ribu orang untuk mempercepat pembangunan IKN,” kata Basuki di Jakarta, dikutip baru tadi. 

Saat ini sekitar 7 ribu pekerja konstruksi masih tinggal di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK). Setelah tahap pertama rampung, Otorita mulai masuk pada pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif sebagai pelengkap trias politica.

Pembangunan fisik tahap kedua difokuskan pada dua kompleks besar. Kawasan legislatif akan berdiri di lahan 42 hektare dengan anggaran Rp8,5 triliun (2025–2027), mencakup Gedung Sidang Paripurna, Plaza Demokrasi, Serambi Musyawarah, museum, dan gedung kerja. 

Sementara kawasan yudikatif menempati lahan 15 hektare dengan anggaran Rp3,1 triliun, berisi gedung Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, dan Mahkamah Agung.

Tanda tangan kontrak hasil lelang ditargetkan berlangsung akhir Oktober hingga November 2025, dengan masa pembangunan 25 bulan.

Pendanaan IKN bersumber dari tiga skema, APBN Rp48,8 triliun (2025–2028), Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Rp158,72 triliun, serta investasi swasta murni Rp66,3 triliun per Oktober 2025.

Basuki memastikan tahap kedua berlangsung lebih cepat. Selain gedung pemerintahan, pembangunan prioritas mencakup penataan Pasar Sepaku, Masjid Negara, dan Basilika yang ditargetkan selesai akhir 2025.

Infrastruktur pendukung juga digarap paralel: konektivitas jalan di KIPP Sub-WP 1B dan 1C, hunian, pasar, serta fasilitas pendidikan untuk mendukung relokasi ASN. 

Untuk pasokan air, OIKN mengandalkan Bendungan Sepaku Semoi seluas 800–900 hektare dengan kapasitas 16 juta meter kubik, yang mampu menyediakan air baku 2.500 liter/detik. Sebanyak 1.500 liter/detik dialirkan ke IKN dan 1.000 liter/detik ke Balikpapan.

Selain itu, Intake Sepaku dilengkapi instalasi pengolahan air berkapasitas 300 liter/detik, dengan kualitas air layak minum.

Basuki menyebut, tahap kedua bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga menata ekosistem pemerintahan, sosial, dan ekonomi di kawasan inti IKN agar terintegrasi dan berkelanjutan.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :