Bontang, EKSPOSKALTIM – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menyerahkan bantuan kapal operasional kepada Kelompok Peduli Terumbu Karang Bontang Kuala (KARAKA), sebagai bagian dari penguatan peran masyarakat dalam menjaga ekosistem laut di Kota Bontang. Penyerahan kapal ditandai dengan peluncuran perdana di kawasan pemukiman atas laut Bontang, belum lama ini.
Pgs VP TJSL Pupuk Kaltim, Lendl Wibisana, mengatakan bantuan ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan perusahaan dalam membina kelompok masyarakat yang peduli terhadap konservasi laut. KARAKA adalah salah satu kelompok binaan dalam program Kilau Samudera—Konservasi Taman Laut dan Sarana Media Terumbu Buatan—yang berfokus pada rehabilitasi kawasan Tobok Batang seluas 20 hektare.
“Dengan dukungan kapal operasional, diharap kelompok Karaka dapat lebih memaksimalkan peran mendukung Pupuk Kaltim dalam menjaga pelestarian terumbu dan kawasan perairan Bontang,” ujar Lendl, Rabu (23/4/2025).
Ia menjelaskan, KARAKA merupakan pengembangan dari kelompok Kimasea di Kelurahan Loktuan, yang juga dibina untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem laut, sekaligus merehabilitasi terumbu karang yang rusak akibat penangkapan ikan tak ramah lingkungan.
Kapal ini, kata Lendl, merupakan fasilitas vital untuk mendukung berbagai kegiatan konservasi seperti pemantauan, transplantasi terumbu, pembuatan media buatan, hingga patroli kawasan konservasi.
“Pembuatan kapal dilakukan khusus oleh pengrajin lokal di Bontang Kuala sejak Februari 2025, disesuaikan dengan kebutuhan dan medan operasional,” jelasnya.
Melibatkan pengrajin lokal, lanjut Lendl, bukan hanya memberdayakan ekonomi warga tetapi juga memastikan desain kapal sesuai kebutuhan lapangan.
“Pupuk Kaltim percaya, menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui bantuan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kolaborasi antara industri dan masyarakat bisa melahirkan solusi nyata untuk tantangan lingkungan,” tambah Lendl.
Mewakili KARAKA, Yusta menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan Pupuk Kaltim selama ini. Ia mengatakan kapal tersebut akan meningkatkan efektivitas kegiatan konservasi, termasuk pemantauan kondisi terumbu, pelaporan kerusakan, hingga transplantasi terumbu dan pembangunan media buatan dari beton serta bahan ramah lingkungan.
“Makanya kapal operasional sangat penting bagi kami, baik dalam aktivitas konservasi maupun pengawasan perairan bekerjasama dengan Karang Taruna hingga Pemerintah Kota. Adanya kesinambungan dukungan Pupuk Kaltim, kami optimis pelestarian kawasan perairan Bontang dapat terus kita maksimalkan ke depannya,” tutur Yusta.
Selain aktivitas konservasi, kelompok KARAKA juga aktif mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk ikut terlibat menjaga kelestarian laut sebagai gerakan kolektif warga pesisir. (*)

