PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Rupiah Tembus Rp 17 Ribu, Tenang Guys Ini Bukan Salah BI...

Home Berita Rupiah Tembus Rp 17 Ribu, ...

Rupiah Tembus Rp 17 Ribu, Tenang Guys Ini Bukan Salah BI...
ILUSTRASI rupiah. Foto via Bisnis.com

EKSPOSKALTIM, Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali melemah drastis setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kebijakan tarif impor minimum sebesar 10 persen yang berlaku untuk semua negara.

Menurut data Bloomberg, pada Senin (7/4) pukul 09.16 WIB atau Minggu malam waktu New York (6/4), rupiah sempat terjun ke titik terlemah di angka Rp 17.217 per Dolar AS. Posisi ini bertahan selama sekitar satu menit, sebelum perlahan menguat ke level Rp 16.927 per Dolar AS pada pukul 10.01 WIB.

Level ini melampaui rekor terburuk yang pernah dicatat pada masa krisis ekonomi 1998, di mana rupiah sempat terdepresiasi hingga Rp 16.800 per Dolar AS.

Kebijakan Trump juga memberikan pukulan ekonomi ke berbagai negara lain. Indonesia dikenai tarif impor sebesar 32 persen, sementara negara-negara ASEAN seperti Thailand dan Vietnam mendapat beban tarif masing-masing sebesar 36 persen dan 46 persen—yang tertinggi di kawasan.

Sekutu-sekutu lama AS pun tak luput. Uni Eropa dikenai tarif 20 persen, Jepang 24 persen, dan Korea Selatan 25 persen. Trump berdalih, tarif tersebut diberlakukan karena negara-negara mitra dinilai menerapkan praktik dagang yang tidak adil dan merugikan ekonomi AS.

Menurut Hirofumi Suzuki, Chief FX Strategist dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), pelemahan rupiah kali ini lebih disebabkan oleh tekanan eksternal, terutama sebagai respons atas kebijakan perdagangan balasan dari pemerintah AS.

“Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global tengah meningkat, dan itu berdampak besar pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kondisi ini bukanlah hasil dari kebijakan domestik. “Bukan salah Bank Indonesia. Yang dibutuhkan saat ini adalah kewaspadaan dari otoritas moneter untuk terus mencermati situasi global,” ujarnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :