PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Motif Pembunuhan Juwita: Terkuak Rencana Jahat Prajurit TNI AL

Home Berita Motif Pembunuhan Juwita: ...

Motif Pembunuhan Juwita: Terkuak Rencana Jahat Prajurit TNI AL
Kelasi Jumran saat memeragakan 33 adegan pembunuhan wartawati Juwita. Foto: Istimewa

EKSPOSKALTIM, Banjarbaru - Rencana pembunuhan Juwita, jurnalis asal Banjarbaru, ternyata sudah disusun sejak lama. Kelasi Satu TNI AL Jumran, telah menaruh niat menghabisi calon istrinya itu tak lama setelah prosesi hantaran pernikahan, 5 Februari 2025.

“Setelah hantaran itu, muncul niat membunuh,” kata Muhammad Pazri, kuasa hukum keluarga korban, Senin (7/4) usai pemeriksaan di Markas Polisi Militer TNI AL Banjarmasin. 

Padahal keduanya berencana menikah Mei mendatang. Namun hubungan mereka memburuk setelah keluarga korban mengetahui kasus pemerkosaan yang dilakukan Jumran terhadap Juwita. Peristiwa itu terjadi pada awal hubungan mereka, sekitar September 2024, saat Jumran mengajak Juwita ke hotel dengan dalih kelelahan usai latihan. Di kamar, ia justru mengunci pintu, mencekik, lalu menyetubuhi korban. Untungnya, Juwita sempat merekam kejadian itu dan mengirimkan bukti ke kakaknya.

Tak lama kemudian, Jumran menyatakan bersedia bertanggung jawab. Keluarganya pun menggelar prosesi hantaran nikah sebagai bentuk itikad baik. Namun, Jumran sendiri absen dari acara, hanya diwakili orang tuanya. Tak lama setelah itu, ia diam-diam mengurus kepindahan tugas dari Banjarmasin ke Balikpapan. Menurut SK, mutasi berlaku sejak 22 Februari 2025. Namun, menurut kuasa hukum, niat membunuh muncul bahkan sebelum mutasi tersebut.

Juwita ditemukan tewas pada 22 Maret 2025 di pinggir jalan menuju Desa Kiram, Kabupaten Banjar. Ia masih mengenakan helm. Sepeda motornya ditemukan di semak-semak, membuat polisi awalnya menduga terjadi kecelakaan tunggal. Tapi hasil visum menunjukkan luka lebam di bagian leher, punggung, dan dagu. Ponsel dan dompet korban raib, tapi motor masih ada. Temuan itu memunculkan kecurigaan baru.

Seorang warga yang tengah menyadap karet juga melihat mobil milik Jumran di sekitar lokasi kejadian. Temuan ini memperkuat dugaan keterlibatan pelaku. Dalam rekonstruksi yang digelar Sabtu (5/4), Jumran memperagakan 33 adegan. Ia terlihat menjemput Juwita, memiting dari belakang di dalam mobil, lalu mencekik dan membenturkan kepala korban ke sabuk pengaman hingga tak sadarkan diri. Setelah memastikan korban tewas, ia mengambil sepeda motor yang sebelumnya dititipkan di sebuah minimarket, lalu membawanya ke lokasi dan mendorongnya ke semak agar seolah-olah terjadi kecelakaan.

Tak berhenti di situ, Jumran juga menghancurkan ponsel korban, mencuci motor untuk menghilangkan jejak sidik jari, menghancurkan identitas pribadi, dan kabur menggunakan mobil sewaan. Ia bahkan memesan tiket pesawat dengan nama palsu dan menggunakan sarung tangan agar tidak meninggalkan bukti.

Yang makin mengejutkan, hasil visum menunjukkan adanya banyak cairan putih di rahim korban. Kuasa hukum mendorong penyidik untuk segera melakukan tes DNA guna memastikan apakah ada pihak lain yang juga terlibat.

Sementara itu, TNI belum memberikan penjelasan rinci soal motif pembunuhan. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, hanya menjawab singkat, “Silakan ke Dinas Penerangan TNI AL.”

Senada, Laksamana Pertama TNI I Made Wira Hady Arsanta Wardhana mengatakan akan menyampaikan perkembangan saat konferensi pers di Banjarmasin, esok. 


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%50%50%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :