EKSPOSKALTIM - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih makanan saat berbuka puasa guna mencegah gangguan pencernaan seperti GERD.
"Saat berbuka puasa, sebaiknya mulai dengan makanan ringan seperti kurma dan air putih. Hindari makanan yang terlalu berat atau berminyak agar lambung tidak bekerja terlalu keras setelah seharian berpuasa," ujar dr. Dini Anggraeni di Tangerang, Ahad, dikutip dari Antara.
Pola Makan Sehat saat Sahur dan Berbuka
Untuk sahur, pilihlah makanan yang mudah dicerna, rendah lemak, dan kaya serat, seperti oatmeal, pisang, atau roti gandum. Hindari makanan pedas, asam, atau bersantan yang dapat memicu produksi asam lambung berlebih.
Jangan melewatkan sahur karena perut kosong dalam waktu lama bisa meningkatkan risiko naiknya asam lambung. Pastikan sahur dengan porsi yang cukup agar energi tetap terjaga sepanjang hari.
Pentingnya Hidrasi dan Manajemen Stres
Selain makanan, menjaga tubuh tetap terhidrasi sangat penting. Cukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih saat sahur dan berbuka. Hindari konsumsi berlebihan minuman berkafein seperti kopi atau teh karena dapat merangsang produksi asam lambung.
Stres juga dapat memperburuk kondisi maag. Oleh karena itu, luangkan waktu untuk beristirahat dan melakukan aktivitas yang menenangkan, seperti meditasi atau membaca buku.
Hindari Kebiasaan yang Memicu GERD
Makan dalam porsi besar sekaligus dapat membuat lambung bekerja lebih keras dan meningkatkan risiko naiknya asam lambung. Sebaiknya makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, terutama saat berbuka dan sahur.
Selain itu, jangan langsung tidur setelah makan. Beri jeda sekitar 2-3 jam sebelum berbaring untuk menghindari naiknya asam lambung ke kerongkongan yang bisa menyebabkan sensasi terbakar di bagian perut atas.
"Gangguan pencernaan seperti maag, asam lambung naik, atau gastroesophageal reflux disease (GERD) sering kali menimbulkan ketidaknyamanan, seperti perut kembung hingga sensasi terbakar di perut atas," jelasnya.
Ada beberapa faktor yang dapat memicu kambuhnya maag, seperti pola makan yang tidak teratur, konsumsi makanan pemicu gas, stres, hingga emosi yang tidak terkendali. Oleh karena itu, menjaga pola makan yang sehat dan gaya hidup yang baik selama puasa sangat penting untuk mencegah gangguan pencernaan.

