19 Januari 2021
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Jadi Jualan Paslon Pilkada Bontang, Produta Berat Terealisasi 100 Persen


Jadi Jualan Paslon Pilkada Bontang,  Produta Berat Terealisasi 100 Persen
Ilustrasi Produta. (int)

EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Salah satu jualan pasangan calon di Pilkada Bontang untuk memperoleh suara masyarakat, yakni program dana stimulan untuk RT.

Nilainya pun beragam. Paslon nomor 1 Basri Rase-Najirah menjanjikan Rp 50-250 juta tiap RT. Sementara Neni Moerniaeni-Joni Rp 200 juta.

Baca juga : Peduli Korban Gunung Merapi Ile Ape, Pemuda NTT di Bontang Galang Dana

Program ini awalnya diluncurkan masa pemerintahan Adi Darma. Yang menjabat 2011-2016. Kala itu, tiap RT diberikan Rp 50 juta.

Ketika digantikan Neni-Basri, tiap RT dijanjikan Rp 200 juta. Dibalut dalam program dua ratus juta (produta). Namun, dalam pelaksanaannya sulit terealisasi.
Zakaria, mantan ketua RT 17 Kelurahan Bontan Baru menegaskan bahwa pada 2017, anggaran produta jauh dari namanya. Hanya Rp 10 juta. Diberikan dalam bentuk pot bunga. Setahun berselang menjadi Rp 15 juta.

“Itu kami gunakan untuk melakukan rehabilitasi gapura dan pengadaan lampu jalan,” kata pria yang menjabat RT lima periode tersebut.

Zakaria mengaku mengetahui benar anggaran yang digelontorkan. Mengingat dia baru berhenti dari ketua RT pada awal 2020. “Pada 2019 kami dapat penutup parit dan sound system. Nilainya Rp 45 juta,” ungkapnya.

Baca juga : Disnaker Bontang Maksimalkan Peran SB Dan SP Dalam Perselisihan

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Bontang Amiruddin mengatakan pihaknya sudah menyusun rancangan kegiatan untuk tahun depan. Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Untuk 2021 juga sudah dianggarkan. Tapi menyesuaikan keuangan daerah,” katanya.

Diketahui, APBD 2021 disahkan Rp 1,2 triliun. Turun Rp 400 miliar dibanding tahun sebelumnya. Tak heran jika dia merasa sangsi produta bisa terealisasi 100 persen.

“Mungkin tidak sampai Rp 200 juta,” ungkapnya.

Reporter : Redaksi EKSPOSKaltim    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0