PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Walikota Jaang Tinjau Lokasi Banjir, Pertimbangkan Perpanjang Status Darurat Bencana

Home Berita Walikota Jaang Tinjau Lok ...

Walikota Jaang Tinjau Lokasi Banjir, Pertimbangkan Perpanjang Status Darurat Bencana
Walikota Samarinda Syaharie Jaang (baju putih) meninjau kondisi salahsatu lokasi terdampak banjir di Kota Samarinda, Jumat, (21/6) siang. (EKSPOSKaltim/Muslim)

EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Walikota Samarinda Syaharie Jaang meninjau kondisi salah satu lokasi terdampak banjir di Kota Samarinda, Jumat (21/6) siang di perumahan Bengkuring, Samarinda Utara.

Peninjauannya tersebut mendapat perhatian publik, sebab saat kejadian banjir sepekan lalu Jaang tak kunjung hadir di tengah rakyatnya. Jaang disebut tengah berlibur bersama keluarganya di Jerman.

Baca juga: Perusahaan Batu Bara dan Sawit Dominasi Rapor Buruk Pemprov Kaltim

Lantas, kunjungannya ke tengah rakyat korban banjir hari inipun mendapat perhatian dan antusias masyarakat. Tampak warga berdialog dan berswafoto dengan orang nomor satu di Kota Tepian ini. Dalam kunjungannya itu, Jaang turut juga didampingi Camat Samarinda Utara, Syamsul Alam dan sejumlah petugas BPBD Samarinda.

Kunjungan Jaang untuk memastikan penanganan bencana banjir yang dilakukan BPBD Samarinda dan OPD terkait. Juga untuk memutuskan, status tanggap darurat bencana banjir yang hari ini 21 Juni telah berakhir.

Sebelum melakukan kunjungan, Jaang lebih dulu melakukan rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait di Aula Rumah Jabatan Walikota Samarinda Jalan S Parman.

Perumnas Bengkuring merupakan salah satu lokasi yang hingga hari ke 14 ini, masih terendam banjir. Ketinggian air di lokasi tersebut bahkan masih berada di angka 25-90 cm.

"Karena ini tindak lanjut dari rapat tadi pagi. Karena hari ini kan hari terakhir tanggap darurat. Makanya tinjauannya akan dijadikan pertimbangan," ujar Jaang.

Saat melakukan pemantauan, Jaang juga memastikan bahwa aliran air bersih di lokasi tersebut berjalan dengan lancar. Pasalnya beberapa waktu sebelumnya, suplai air bersih di kawasan bengkuring sempat terhambat saat ketinggian air mencapai puncaknya beberapa waktu lalu.

Melihat situasi banjir yang masih merendam sebagian wilayah di Kelurahan Sempaja Timur tersebut, Jaang mengatakan bahwa status tanggap darurat berpotensi diperpanjang. Pertimbangan lain, kata dia, masih ada 2.500 warga yang belum mampu menjalankan aktifitasnya secara mandiri.

"Saya akan instruksikan ke camat dan lurah untuk mengecek bangunan-bangunan yang berpotensi menghalangi laju air. Supaya persoalan banjir bisa segera selesai," pungkas Jaang.

Sekkot Samarinda Sugeng Chairuddin menambahkan, jika diperpanjang waktu tanggap darurat bencana banjir diperkirakan antara tiga hingga tujuh hari.

"Kalau masih parah, status darurat bencana mungkin akan diperpanjang. Minimal 3 hari," ucap Sekkot Samarinda Sugeng Chairuddin kepada awak media usai rapat penanggulangan banjir di Aula Rumah Jabatan Wali Kota.

Baca juga: Fraksi PDIP DPRD Kaltim Desak Pemprov Bubarkan Sejumlah Perusda

Diketahui, Pemkot Samarinda menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir selama 12 hari, mulai 8-21 Juni 2018. Hal itu seiring banjir yang menggenangi permukiman warga di banyak titik di Samarinda, seperti di Perumahan Bengkuring, Perumahan Griya Mukti, Jalan A Yani, Jalan PM Noor, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan Dr Soetomo.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, ketinggian air selama banjir di Samarinda 10 hari terakhir mencapai 25 sentimeter hingga 1 meter atau rata-rata setinggi sepinggang orang dewasa.

Saat ini, di beberapa titik, banjir sudah surut sekira 10-30 sentimeter. Namun masih ada genangan di banyak titik. Apalagi curah hujan di Samarinda masih cukup tinggi hingga beberapa hari ke depan.

Sugeng menegaskan, pemkot akan mengambil langkah-langkah cepat untuk mengatasi banjir dalam waktu dekat. Misalnya saja, melakukan normalisasi di Sungai Karang Mumus seksi Pasar Segiri yang direncanakan akan dimulai pengerjaannya pekan depan.

"Sampai sekarang pemkot masih memberikan bantuan dan menurunkan tim kesehatan. Karena pasca banjir warga banyak terserang penyakit, seperti gatal-gatal, ISPA, dan diare," tandasnya. (*)


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :