EKSPOSKALTIM, Mahulu - Ada ribuan suku bangsa yang tersebar di seluruh bumi pertiwi Indonesia. Dan setiap suku, masing-masing memiliki adat istiadat sendiri yang sudah dijalankan secara turun temurun.
Salah satu adat istiadat yang terbilang unik dalam mengawasi anak balita yang mulai aktif bermain, datang pada Suku Dayak Bahau Penihing Punan yang mendiami kawasan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Secara turun temurun, Ibu-ibu di suku ini tak memakai jasa babysitter ataupun membuat palang pintu besi untuk mengawasi sang anak. Namun, mereka hanya bermodalkan gelang kaki yang diikat bersama lonceng dan dipasang di bagian kaki sang anak.
Seperti yang dilakukan pada balita usia 1 tahun bernama lengkap Keyla Gebytha Lie, putri pasangan Suzintha Hiang dengan Yulius Lie, warga Suku Dayak Bahau Penihing Punan, Kabupaten Mahakam Ulu.
Ibu Geby, Suzintha Hiang mengatakan pemasangan gelang kaki lonceng tersebut sudah mereka terapkan di keluarga besarnya, untuk mengawasi sang anak yang lepas dari pengawasan saat melakukan aktifitas di luar rumah.
"Kalau gelang kaki di kaki Geby ini sudah terpasang sejak ia berumur 3 bulan. Kami sengaja memasang gelang kaki yang ada loncengnya, agar kalau anak berjalan keluar rumah atau terbangun saat tengah malam, kami bisa tahu karena mendengar lonceng tersebut bunyi," kata Suzintha Hiang kepada eksposkaltim, Minggu (4/12).
Lebih lanjut ia menjelaskan, alasan lain pemasangan gelang lonceng kaki ini yakni struktur bangunan rumah yang dimiliki Suku Dayak Bahau Penihing Punan yang menyerupai panggung.
"Jaman kakek saya kan rumah dayak itu semuanya masih panggung dan tinggi-tinggi, jadi mungkin ini salah satu alasan mereka memasang gelang kaki lonceng ini, supaya anak-anaknya tidak terjadi apa-apa saat bermain diatas rumah," pungkasnya.(*)

