EKSPOSKALTIM, Bontang - Sebagai organ terluar dari tubuh, kulit beresiko terkena berbagai gangguan. Penyakit kulit memiliki begitu banyak jenis hingga mencapai lebih dari tiga ribu, dimana beberapa diantaranya dapat menghinggapi kulit, rambut, kuku, dan bagian-bagian tubuh lain seperti lapisan pada mulut, hidung dan kelompok.
Berkaitan dengan hal itu, tim Eksposkaltim mencoba menemui salah satu dokter spesialis kulit yang ada di salah satu rumah sakit yang ada di Kota Bontang. Namanya dokter Anwar Arsyad, dokter kulit yang satu ini bertugas mendiagnosis dan memberikan perawatan terhadap penyakit-penyakit yang disebutkan tadi.
“Sebagai organ terbesar dari tubuh, kulit adalah pelindung pertama tubuh dalam menghadapi bakteri dan cedera. Gangguan pada kulit dapat disebabkan oleh infeksi, faktor keturunan, gangguan autoimun, dan lain-lain,” kata dokter Anwar, saat ditemui di Rumah Sakit Islam Bontang (RSIB) Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, Kamis (2/6/16).
Kepada sahabat Ekspos, dokter Anwar pun membagi beberapa tips untuk merawat kulit dalam menangkal bakteri (penyakit kulit,red). "Sebenarnya tips untuk merawat kulit itu sangat sederhana, yang pertama harus mengenal jenis kulit kita sendiri, yang kedua mengantisipasi faktor-faktor lingkungan yang bisa mempengaruhi kulit kita,” jelasnya.
Anwar menambahkan, makanan juga berpengaruh terhadap kesehatan kulit seperti makanan yang mengandung protein-protein tinggi dan zat-zat lainnya. “Kalau untuk kulit makanan yang paling di anjurkan, ialah makanan yang mengandung air yang tinggi seperti buah-buahan, dan sayur-sayuran. Karena buah-buahan dan sayur-sayuran mengandung anti oksidan yang tinggi," ujarnya.
Menurut Anwar, saat ini informasi kesehatan dan penyakit banyak beredar diberbagai media yang berguna sebagai referensi awal. "Namun selanjutnya, jika Anda merasakan kondisi yang mengganggu pada kulit, segera konsultasikan kepada dokter kulit. Dokter akan melakukan diagnosis dan memberikan saran pengobatan yang terbaik untuk Anda," kata Anwar sembari mengakhiri obrolan.

