PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Terpeleset, Seorang Gadis Tenggelam di Sungai Mahakam

Home Berita Terpeleset, Seorang Gadis ...

Terpeleset, Seorang Gadis Tenggelam di Sungai Mahakam
Proses pencarian korban yang tenggelam di Sungai Mahakam, Kota Samarinda. (EKSPOSKaltim/Muslim)

EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Gadis berusia 18 tahun tenggelam di Sungai Mahakam, tepatnya dikawasan Pelabuhan Samarinda, Kamis (21/6).

Dari informasi yang dihimpun, diduga kuat gadis atas nama Sukmawati, warga Jalan Lumba-lumba,RT 05, Samarinda Ilir tersebut, terpeleset sebelum akhirnya tenggelam ke tepian sungai Mahakam.

Baca: SBY dan Romy Kampanyekan Jaang-Ferdi

Sebelum peristiwa tersebut, Sukmawati yang seorang penjaja makanan dan minuman ini tengah usai menjajakan dagangannya di KM Adithya, pada arus balik lebaran tahun ini.

Sebelum terjatuh ke sungai, korban tampak menuju tepi pelabuhan, guna membuang sampah. Namun korban terpeleset dan terjatuh ke sungai.

Korban yang diduga tenggelam di Sungai Mahakam, Samarinda.

"Dia (korban) mau buang sampah, tapi kakinya terselip selang yang ada di tepi pelabuhan, lalu terpeleset dan jatuh ke sungai," ucap Kepala Unit Siaga SAR Samarinda, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP / Basarnas) Kantor SAR Balikpapan Klas A, Dede Hariana, saat ditemui awak media di TKP.

Mengetahui adanya korban tenggelam, tim SAR gabungan dibantu masyarakat setempat langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi jatuhnya korban. Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda pun memasang garis polisi di sekitar area korban terjatuh.

Pencaharian pun dilakukan menyisir Tepian Sungai Mahakam. Hasilnya, hingga pukul 18.00 Wita kemarin petugas belum berhasil menemukannya. Operasi pencaharian pun dilakukan kembali hari Jumat (22/6) hari ini. Namun, petugas belum menemukannya.

“Kami masih terus mencari keberadaannya,” terangnya.

Aparat kepolisian telah merilis ciri-ciri korban.

Sukmawati bercirikan, wanita usia 18 tahun, tinggi badan sekitar 150 Cm, terakhir menggunakan baju berwarna hijau, bercelana pendek, serta memiliki tanda gangguan pada kakinya.

Baca: Debat Terakhir Pilgub Kaltim Usung 3 Tema Bahasan

Ibu korban, Nurlia (43) menuturkan, anak terakhirnya dari tiga bersaudara itu memang membantunya berdagang di pelabuhan Samarinda. Saat peristiwa terjadi, tuturnya, anaknya keluar dari kapal yang siap berangkat.

“Kapal sudah jalan, lalu dia ke pinggir pelabuhan. Nah, disitulah dia terpeleset. Saat itu langsung ada warga yang turun ke sungai, tapi tidak temukan anak saya," ucapnya. (*)

Video APDESI Bone Ngadu Soal Data Rastra ke DPRD

ekspos tv


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :