EKSPOSKALTIM.com, Bontang - PT Pupuk Kalimantan Timur menggelar sosialisasi tentang lingkungan hidup, bertajuk "Produksi ramah lingkungan, pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta tanggap darurat Pupuk Kaltim", Selasa (1/10/2019) pagi.
Acara yang yang merupakan rangkaian dari kegiatan bulan lingkungan hidup nasional itu, di helat di ruang Pirus Hotel Grand Equator, dengan diikuti sekitar 200 peserta dari perwakilan Ketua RT dari Kelurahan Guntung dan Loktuan, PIKA PKT, mitra binaan Pupuk Kaltim, serta guru dan siswa SMA Yayasan Pupuk Kaltim(YPK).
Baca juga: Aksi Kejar-kejaran, BNNP Kaltim Amankan 1 Kilogram Sabu-sabu
Kegiatan ini mengangkat tema Beat Air Revolution yang jika dijabarkan dalam Bahasa Indonesia yaitu biru langitku dan bumiku, karena ada kaitannya pengendalian polusi udara, dengan upaya pengelolaan lingkungan hidup, pengelolaan lingkungan, konservasi, dan inisiatif merubah perilaku individu yang lebih maju.
GM Teknologi Arief Rusdi, saat membuka acara mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi atau informasi kepada masyarakat, terkait proses produksi Pupuk Kaltim yang ramah lingkungan, serta tanggap darurat yang dilakukan Pupuk Kaltim.
"Terima kasih kepada seluruh undangan yang sudah hadir, dari sosialisasi ini dapat bertambah wawasan mengenai proses produksi Pupuk Kaltim yang ramah lingkungan dan tanggap darurat,” terangnya.
Sekretaris Lurah Guntung, Mariyono mengapresiasi langkah Pupuk Kaltim dalam kegiatan kali ini yang diharapkan dapat mengantisipasi dalam keadaan darurat, dan memberikan pemahaman kepada masyarakat di mana daerahnya menjadi wilayah terdekat selain Kelurahan Loktuan.
"Untuk 3 bulan sekali dilakukan pengecekan kualitas udara, sementara ini kualitas udara masih baik, bahkan seminggu lalu dipantau dan masih baik," ujarnya.
Baca juga: Peringati WCD, Ratusan Warga Samarinda Bersihkan Tepian Mahakam
Beberapa hal terkat pelestarian lingkungan yang diberikan perusahaan pupuk ini terkait lingkungan adalah, membina rumah tanaman obat keluarga yang berada di Jalan Tari Enggang RT 6 Kelurahan Guntung, serta membina pengolahan pupuk kompos. Dengan adanya pembinaan kepada masyarakat ini, tidak hanya menyelamatkan lingkungan akan tetapi meningkatkan taraf ekonomi warga.
Sementara itu, Franto Simanjuntak dari Departemen Operasi 4 yang mengawali materi sosialisasi, memaparkan pengenalan proses produksi di Pupuk Kaltim dan produk yang dihasilkan perusahaan BUMN itu.
Kemudian dilanjutkan dengan presentasi materi terkait pengelolaan dan pemantauan lingkungan oleh Novi Mulianingtyas dari Departemen LH, dan ditutup materi tanggap darurat oleh Brario Anindito dari Departemen K3. (adv)

