KONI Kaltim mencoret 25 atlet kontingen Kota Bontang menjelang Porprov VIII di Kabupaten Paser karena terganjal masalah administrasi domisili kependudukan.
EKSPOSKALTIM, Bontang – Ambisi Bontang untuk mengandalkan 901 atlet pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser pada November 2026, harus mengalami penyesuaian.
Sebanyak 25 atlet dipastikan tidak dapat memperkuat kontingen setelah dinyatakan tidak lolos verifikasi KONI Kaltim.
Keputusan tersebut diambil lantaran sejumlah atlet tidak memenuhi ketentuan administrasi kependudukan.
Ketua KONI Bontang, Andi Muhammad Amri mengungkapkan bahwa dari 901 nama yang sebelumnya diajukan, hanya 876 atlet yang dinyatakan memenuhi ketentuan untuk berlaga di Porprov.
Menurutnya, persoalan domisili menjadi salah satu penyebab berkurangnya jumlah atlet. Identitas kependudukan dari luar provinsi tidak dapat diterima dalam proses pendataan peserta.
"Setelah diverifikasi, ada 25 nama yang tidak bisa dilanjutkan. Salah satu penyebabnya karena masih menggunakan KTP luar Kaltim, termasuk ada yang berasal dari Sulawesi," ujarnya, Senin (2/11/2026).
Meskipun demikian, atlet yang berasal dari kabupaten atau kota lain di Kalimantan Timur masih berpeluang membela Bontang.
Syaratnya, mereka harus memiliki dokumen atau rekomendasi resmi dari cabang olahraga (cabor) daerah asal.
"Kalau masih di Kaltim bisa, berbeda halnya dengan atlet yang tercatat sebagai penduduk di luar Kaltim," katanya.
Status tersebut membuat mereka tidak dapat melanjutkan proses pendaftaran, melalui sistem verifikasi yang diterapkan panitia.
Andi menilai kebijakan ini akan mengubah pola persiapan Bontang dalam menghadapi kompetisi olahraga tingkat provinsi.
"Karena selama ini, perekrutan atlet dari luar daerah menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat sejumlah cabang olahraga," bebernya.
Namun, dengan adanya pembatasan tersebut, KONI Bontang dituntut lebih mengoptimalkan potensi atlet hasil pembinaan sendiri.
Ia memandang aturan itu bukan semata-mata sebagai hambatan, melainkan kesempatan bagi setiap cabor untuk membangun kekuatan olahraga daerah secara berkelanjutan.
"Justru ini menjadi dorongan bagi kami agar tidak terus bergantung pada atlet dari luar. Potensi anak-anak Bontang harus digali lebih dalam," lanjutnya.
Di tengah penyesuaian jumlah peserta, persiapan kontingen Bontang tetap berjalan. Sebanyak 876 atlet yang telah lolos verifikasi akan diterjunkan untuk mengikuti pertandingan pada 60 cabang olahraga.
KONI Bontang pun memasang target ambisius, yakni menembus posisi tiga besar dalam klasemen akhir Porprov Kaltim 2026.



