Presiden Prabowo Subianto mengklaim rekomendasi hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sepanjang 2025 berhasil menyelamatkan keuangan negara hingga Rp112 triliun.
EKSPOSKALTIM, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyebut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memiliki peran penting dalam menjaga penggunaan uang rakyat agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Menurutnya, rekomendasi hasil pemeriksaan BPK sepanjang 2025 telah menghasilkan penyelamatan keuangan negara mencapai Rp112 triliun.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
Prabowo mengatakan fungsi pengawasan yang dijalankan BPK menjadi salah satu instrumen penting dalam memastikan setiap rupiah yang berasal dari rakyat digunakan secara benar, efektif, dan sesuai ketentuan.
“Sepanjang 2025, rekomendasi hasil pemeriksaan BPK telah menghasilkan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp112 triliun,” kata Prabowo.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan pentingnya peran lembaga audit negara dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Selain menyoroti kontribusi BPK terhadap penyelamatan keuangan negara, Prabowo juga mengungkapkan meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap lembaga tersebut.
Ia menyebut BPK dipercaya memegang sejumlah posisi strategis di tingkat global. Salah satunya terpilih sebagai Ketua International Organization of Supreme Audit Institutions (INTOSAI) untuk periode 2028–2031.
Tak hanya itu, BPK juga dipercaya menjadi anggota United Nations Board of Auditors untuk periode 2026–2032.
Menurut Prabowo, kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa kapasitas auditor negara Indonesia mendapat pengakuan dari komunitas internasional.
“Ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia terhadap kemampuan dan profesionalisme BPK dalam menjalankan fungsi pemeriksaan keuangan negara,” ujarnya.
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI tahun ini digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato kenegaraan, pemerintah juga menayangkan berbagai capaian pembangunan yang telah dilakukan selama periode pemerintahan berjalan.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”



