EKSPOSKALTIM, Samarinda - Bakal calon gubernur yang juga Wali Kota Samarinda, Syahari Jaang, yang belakangan disebut-sebut akan berpasangan dengan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dengan slogan (Jari), resmi berpisah.
Menyusul, Partai Demokrat (PD) yang memilih mengusung memasangkan Jaang dengan Awang Ferdian Hidayat, Anggota DPR RI asal Kaltim, yang juga putra dari Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.
Pasangan bakal calon ini, rencananya akan mendaftarkan diri sebagai peserta pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kaltim (Pilgub) 2018- 2023 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim pada hari terakhir pendaftaran, Rabu (10/1/2018).
Informasi ini disampaikan oleh Ketua KPU Kaltim M Taufik.
Baca: Isran - Hadi Peserta Pertama Resmi Mendaftar ke KPU Kaltim
“Untuk yang konfirmasi ke kami untuk besok belum ada. Tetapi sudah ada yang mengajukan surat yang kami terima untuk mendaftar dari Syaharie Jaang dan Awang Ferdian Hidayat, hari Rabu tanggal 10 Januari 2018 pukul 10.00 Wita,” ungkap M Taufik, di kantor KPU Kaltim, Senin (8/1/2018).
Dari surat undangan yang diterima EKSPOSKaltim, surat tersebut dari DPD Partai Demokrat Kaltim tertanggal 8 Januari 2018 perihal pemberitahuan pendaftaran paslon gubernur dan wakil gubernur Kaltim 2018-2023.
Dalam surat tersebut, memberitahukan bahwa DPD Partai Demokrat dan partai pengusung lainnya bermaksud mendaftarkan paslon Syaharie Jaang dan Awang Ferdian Hidayat, yang ditandatangani oleh Ketua tim Advokasi Internal DPD PD Kaltim, Syarifudin Tangalindo.

Sebelumnya diketahui, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengumumkan calon pasangan kepala daerah yang akan diusung dalam Pilkada serentak tahun 2018 di Wisma Proklamasi Kantor DPP PD, Menteng Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2018).
Untuk Pilgub Kaltim, SBY menyatakan PD mengusung Ketua DPD PD Kaltim yang juga Walikota Samarinda Syaharie Jaang berpasangan dengan Awang Ferdian Hidayat. SBY mengklaim, pasangan ini akan diusung dengan partai koalisi PD, PPP, PKB dan Nasdem.
“Untuk Kaltim kami mengusung saudara Syaharie Jaang berpasangan dengan saudara Awang Ferdian Hidayat, berkoalisi dengan PD, PKB, PPP dan Nasdem,” kata SBY kepada wartawan di Kantor DPP PD, seperti disiarkan live di TV Nasional.
Penunjukan tersebut cukup mengejutkan, sebab selama ini Jaang dikabarkan akan menggandeng Walikota Balikpapan Rizal Effendi.
Isu pun mencuat maneuver yang dilakukan Jaang di detik-detik menjelang dibukanya pendaftaran peserta paslon Pilgub Kaltim, yang sebelumnya telah menemui Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, beberapa hari setelah ramai berita terkait isu kriminalisasi terhadap Jaang dengan Kapolda Kaltim yang juga bakal cagub dari PDIP Perjuangan, Irjen Pol Safaruddin, terkait dipanggilnya Jaang oleh Mabes Polri atas kasus pungli di Terminal Peti Kemas Palaran.
“Karena isu (hukum) itu mencuat maka pasangan yang sudah direncanakan masih dinamis. Hanya bapak Jaang yang tau alasannya karena bapak Jaang yang memilih dengan pertimbangannya,” ucap pengurus DPD PD yang enggan disebutkan namanya.
Sebelumnya Syaharie Jaang yang ditemui melantikan pengurus DPC PD Kota Samarinda Minggu pagi (7/1/2018), mengakui bahwa keputusan di DPP masih dinamis. Rencana deklarasi pasangan Jaang – Rizal yang direncanakan pada kegiatan yang sama pun urung dilaksanakan.
“Detik per detik masih bisa berubah. Kita lihat sampai tanggal penutupan pendaftaran di KPU tanggal 10 nanti. Sabar saja, pada waktunya pasti akan tahu,” jelasnya.
Walikota Balikpapan Rizal Effendi pun sudah legowo dengan keputusan jika dirinya tidak dapat berpasangan dengan Jaang. Ia mengaku sudah mengetahui informasi tersebut sejak Minggu kemarin.
Namun demikian, Rizal enggen membeberkan alasan kenapa dirinya tidak dipilih oleh DPP PD sebagai pendamping Jaang. Rizal pun akan mempertimbangkan ulang jika dipinang oleh poros partai lain.
Baca: KPU Kaltim Batasi Algaka Paslon, Hanya 5 Baliho Tiap Kabupaten/Kota
“Kita tunggu saja, saya lagi berpikir apakah mau maju atau tidak. Memang ada tawaran dari partai lain juga. Nanti lihat saja perkembangannya,” ucap Rizal melalui pesan singkat saat dikonfirmasi Senin (8/1/2018).
Dinamika politik Pilgub Kaltim 3 hari terakhir pendaftaran paslon ke KPU masih dinamis. Selain Isran Noor – Hadi Mulyadi yang sudah mendaftar melalui dukungan koalisi Partai Gerindra, PKS dan PAN, masih belum ada paslon yang secara blak-blakan secara resmi berpasangan.
Selain, Jaang- Awang Ferdian yang sudah disebut-sebut akan berpasangan melalui poros PD, PPP, PKB dan Nasdem, poros lain PDIP perjuangan masih belum menentukan bakal calon wagub pendamping Irjen Pol Safaruddin.
PDIP masih butuh 1 kursi lagi yang memaksanya untuk berkoalisi mengusung paslon. Sementara untuk poros Partai Golkar yang satu-satunmya partai yang dapat mengusung paslon tanpa berkoalisi, telah resmi merekomendasikan Andi Sofyan Hasdam namun masih dinamis wakilnya, antara, Wawali Samarinda Nusyirwan atau Makmur HAPK. (*)
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: DPC Hanura Bontang Serahkan Bantuan Sembako kepada Korban Kebakaran di Berebas Pantai
ekspos tv
VIDEO: Sambut Tahun 2018, Kepala Adat Besar Kutai Kutim Ajak Paguyuban Tingkatkan Kebersamaan
ekspos tv
VIDEO: Awali Tahun 2018, Disporapar Bontang Tempati Gedung Baru
ekspos tv

