PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pesawat ATR IAT Yogya-Makassar Hilang Kontak di Maros

Home Berita Pesawat Atr Iat Yogya-mak ...

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT dilaporkan hilang kontak saat memasuki fase krusial pendaratan di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Otoritas penerbangan langsung menetapkan status darurat dan memusatkan pencarian di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.


Pesawat ATR IAT Yogya-Makassar Hilang Kontak di Maros
Ilustrasi. Pesawat jenis ATR 400 hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1). (Istockphoto/Boeing746)

EKSPOSKALTIM, Jakarta - Upaya pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terus dilakukan hingga Sabtu sore (17/1). Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memastikan area pegunungan karst Bantimurung, Desa Leang-Leang, menjadi fokus utama operasi pencarian dan telah ditetapkan sebagai lokasi posko terdekat Basarnas.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menyampaikan bahwa pencarian lanjutan direncanakan melibatkan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas. Operasi udara tersebut dijadwalkan dimulai pada pukul 16.25 WITA guna menyisir area yang secara topografi sulit dijangkau melalui jalur darat.

Penerbangan tersebut dilaporkan berangkat dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menerima laporan awal insiden pada Sabtu (17/1), setelah pesawat dinyatakan mengalami loss contact saat memasuki fase pendekatan ke Makassar.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun otoritas penerbangan, pada pukul 04.23 UTC, Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) mengarahkan pesawat untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21. Namun, dalam proses tersebut, pesawat terdeteksi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya.

ATC kemudian memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi. Sejumlah instruksi lanjutan disampaikan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur. Namun, setelah arahan terakhir diberikan, komunikasi dengan pesawat terputus.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC Makassar langsung mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai ketentuan keselamatan penerbangan sipil. AirNav Indonesia Cabang MATSC segera berkoordinasi dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat serta Kepolisian Resor Maros melalui Kapolsek Bandara untuk mendukung langkah pencarian dan pertolongan.

Sebagai bagian dari penanganan krisis, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar telah menyiapkan Crisis Center di Terminal Keberangkatan yang berfungsi sebagai pusat koordinasi informasi. Di sisi lain, AirNav Indonesia juga tengah menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait aktivitas pencarian dan pertolongan di wilayah udara sekitar lokasi kejadian.

Otoritas penerbangan melaporkan jumlah orang di dalam pesawat sebanyak 10 orang, terdiri atas tujuh awak pesawat dan tiga penumpang.

Informasi awal terkait kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian menunjukkan jarak pandang sekitar delapan kilometer, dengan kondisi cuaca dilaporkan sedikit berawan. Meski demikian, Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa detail dan konfirmasi lebih lanjut mengenai faktor meteorologis masih dalam proses koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Hingga saat ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan koordinasi intensif melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar dengan AirNav Indonesia, Basarnas, operator penerbangan, TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan seluruh prosedur penanganan berjalan optimal. Pemerintah menyatakan akan menyampaikan pembaruan informasi secara berkala sesuai dengan perkembangan resmi di lapangan.

Berikut data manifes penumpang dan kru pesawat:

1. Capt Andy Dahananto

2. SIC FO Yudha Mahardika

3. XCU Capt Sukardi

4. Foo Hariadi

5. EOB Franky D Tanamal

6. EOB Junaidi

7. FA Florencia Lolita

8. FA Esther Aprilita S

Penumpang: 

1. Deden

2. Ferry

3. Yoga


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :