EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Pemerintah Kota Bontang terus mendorong pengembangan sektor industri dan investasi melalui promosi dua kawasan industri unggulan, yakni Kaltim Industrial Estate (KIE) dan Kawasan Peruntukan Industri Bontang Lestari.
Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur mengatakan kedua kawasan tersebut dipersiapkan sebagai pusat pertumbuhan industri dan logistik yang diharapkan mampu menarik minat investor dalam maupun luar negeri.
Menurutnya, posisi geografis Kota Bontang yang berada di pesisir timur Kalimantan serta dekat dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi nilai strategis dalam pengembangan investasi daerah.
“Kami memiliki dua kawasan industri yang dipersiapkan untuk mendukung pengembangan industri, hilirisasi, dan logistik di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Kaltim Industrial Estate (KIE) disebut menjadi salah satu kawasan industri yang saat ini berkembang cukup pesat di Kota Bontang. Kawasan seluas lebih dari 214 hektare tersebut telah dilengkapi berbagai infrastruktur penunjang industri.
Di kawasan itu, aktivitas usaha mencakup pengembangan kawasan industri, produksi ready mix concrete, perdagangan, properti, hingga proyek engineering, procurement and construction (EPC).
Ia menjelaskan, KIE juga memiliki keunggulan konektivitas karena terhubung dengan sejumlah fasilitas pelabuhan dan jalur distribusi utama di Kalimantan Timur.
Selain itu, kawasan tersebut berada dekat dengan industri energi, petrokimia, dan manufaktur yang telah lebih dulu berkembang di Kota Bontang.
“Kawasan ini memiliki dukungan utilitas yang cukup lengkap, mulai dari listrik, air bersih, telekomunikasi, hingga tenaga kerja industri,” katanya.
Sementara itu, Kawasan Peruntukan Industri Bontang Lestari diproyeksikan menjadi kawasan pengembangan industri skala besar dengan luas mencapai sekitar 1.102 hektare.
Kawasan tersebut direncanakan untuk mendukung pengembangan industri pengolahan, hilirisasi sumber daya alam, pusat logistik, pergudangan, hingga industri berbasis energi hijau.
Menurutnya, lokasi kawasan yang berada di wilayah pesisir memberikan keuntungan tersendiri karena mendukung akses distribusi laut dan aktivitas ekspor-impor.
Ia optimistis keberadaan dua kawasan industri tersebut dapat memperkuat posisi Bontang sebagai salah satu daerah tujuan investasi di Indonesia Timur, terlebih dengan meningkatnya kebutuhan kawasan industri di Kalimantan Timur pasca pembangunan IKN.
“Harapannya promosi kawasan industri ini mampu menarik lebih banyak investor sehingga dapat membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.

