PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Mayor TNI dan Anak Buahnya Gugur Diduga akibat Serangan Israel

Home Berita Mayor Tni Dan Anak Buahny ...

Dalam 24 jam terakhir, tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon gugur akibat ledakan yang menghantam konvoi di Lebanon selatan di tengah eskalasi konflik.


Mayor TNI dan Anak Buahnya Gugur Diduga akibat Serangan Israel
ILUSTRASI TNI yang bertugas di UNIFIL. Foto Dok. Media United Nations/PBB

EKSPOSKALTIM, Jakarta - Dalam rentang 24 jam, tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon dilaporkan gugur, menyusul serangan terhadap konvoi UNIFIL di tengah meningkatnya intensitas konflik di wilayah tersebut.

Korban terbaru berasal dari Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Satgas Yonmek) XXIII-S/UNIFIL. Informasi yang dihimpun menyebutkan dua prajurit, Mayor Inf Zulmi Aditya dan anak buahnya berpangkat Sersan Satu, Ikhwan gugur saat menjalankan misi evakuasi rekan mereka yang terluka. Konvoi yang mereka tumpangi dilaporkan terkena ledakan di wilayah Lebanon selatan.

Sebelumnya, satu prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon, juga dilaporkan tewas dalam insiden terpisah sehari sebelumnya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (Perserikatan Bangsa-Bangsa) menyatakan dua prajurit TNI tersebut tewas akibat ledakan di dekat Bani Hayyan, Lebanon selatan. Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menyebut insiden tersebut masih dalam penyelidikan.

“Ini adalah dua insiden terpisah dan kami sedang menyelidikinya sebagai dua insiden terpisah,” ujarnya.

Laporan The New York Times, seperti dikutip dari Republika menyebutkan ledakan menghantam kendaraan terdepan dalam konvoi penjaga perdamaian, menewaskan prajurit Indonesia dan melukai sejumlah lainnya, termasuk satu korban dalam kondisi serius.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya konflik antara militer Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon selatan, wilayah yang selama ini berada dalam pengawasan pasukan UNIFIL.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengecam keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius hukum humaniter internasional.

“Pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran,” kata Kepala Operasi Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix.

Militer Israel menyatakan mengetahui laporan insiden tersebut dan tengah melakukan peninjauan untuk memastikan apakah ledakan disebabkan oleh aktivitas militer atau pihak lain, termasuk Hizbullah.

Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras insiden yang menewaskan prajurit TNI tersebut dan mendesak dilakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan.

“Indonesia menegaskan kembali kecamannya terhadap serangan di Lebanon selatan dan menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kedaulatan wilayah serta menghentikan kekerasan,” demikian pernyataan resmi Kemlu RI.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :