EKSPOSKALTIM, Jakarta - Sebagaimana diketahui, kontrak Chevron dalam pengelolaan sumur minyak di beberapa daerah Kalimantan Timur akan segera berakhir.
Pemerintah Penajam Paser Utara sebagai salah satu daerah yang terkait dengan hal diatas, beberapa waktu lalu mengungkapkan ketertarikan yang cukup serius untuk turut serta berpartisipasi mengambil alih pengelolaan sumur minyak yang dikelola perusahaan berbendera USA tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Timur (KPMKT) Cabang Jakarta mengapresiasi dan mendukung langkah Bupati PPU, Yusran Aspar. Sebagaimana diungkapkan pengurus KPMKT Jakarta, Ahmad Solihin.
“Langkah Bupati harus kita dukung, ini peluang yang bagus untuk Pemerintah Daerah untuk turut serta telibat langsung dalam mengelola sumber daya alam yang bernilai ekonomis cukup tinggi tersebut,” kata Ahmad Solihin dalam siaran pers-nya, Jakarta, Kamis (2/2/17) siang ini.
“Meski harga minyak dipasaran dunia mengalami fluktuasi cukup tajam, namun kebutuhan akan bahan bakar tersebut masih sangat dibutuhkan”, tambah mahasiswa pasca sarjana asal benua taka tersebut.
Senada dengan Solihin, Sekretaris KPMKT Jakarta, Ahmad Husain, juga menyampaikan dukungan atas keinginan Pemda PPU, “ Pak Yusran selaku Bupati harus membuat ini menjadi nyata guna menunjang PAD PPU kedepan,” ujar Ahmad Husain.
Sementara Ketua KPMKT Jakarta, Sulthan, menegaskan bahwa KPMKT jakarta tentunya satu suara mendukung keinginan Pemda PPU itu. Secara garis besar, kata dia, peluang itu ada melalui Permen No.37 2016 yang mengatur Participating Interest10% pada wilayah Minyak dan Gas Bumi (Migas).
"Terlebih Awang Faroek Gubernur Kalimantan Timur juga tercatat sebagai Ketua Umum Asosiasi Daerah Penghasil Minyak dan Gas Bumi (ADPM). Kita tunggu sinergi antar pemerintah kabupaten dan provinsi dalam suksesi hal ini kedepan,” tutup Sulthan.

