Leonard Tupamahu memberi sinyal kuat tetap melatih Persiba Balikpapan musim depan. Namun, pelatih yang sukses menyelamatkan Beruang Madu itu meminta pembenahan menyeluruh demi mengakhiri tradisi berkutat di papan bawah.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan – Keberhasilan Persiba Balikpapan mempertahankan posisi di Pegadaian Championship musim depan membuka babak baru bagi sang juru taktik, Leonard Tupamahu. Eks bek senior ini mengirimkan sinyal kuat untuk tetap menahkodai skuat Beruang Madu, namun dengan syarat evaluasi total agar tim tidak lagi terjerumus ke jurang degradasi.
Leo mengungkapkan bahwa secara pribadi dirinya masih memiliki hasrat besar untuk mematangkan proyeknya di Stadion Batakan. Gayung pun bersambut, pihak manajemen dilaporkan mulai memberikan lampu hijau untuk memperpanjang masa bakti pelatih yang baru saja menuntaskan misi penyelamatan dramatis di Tegal tersebut.
Negosiasi dan Komitmen Manajemen
Meski target dari owner telah tercapai, Leo menegaskan bahwa kelanjutan kerja samanya akan sangat bergantung pada keseriusan manajemen dalam membangun tim yang kompetitif untuk musim 2026/2027.
"Untuk mendampingi tim musim depan atau tidak, itu masih tergantung negosiasi. Tapi dari saya pribadi, saya masih ingin bertahan di Persiba. Manajemen juga sudah memberikan sinyal positif," ujar Leo, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, titik temu dalam negosiasi nanti akan ditentukan oleh visi tim ke depan. Leo tidak ingin sekadar bertahan, ia ingin kepastian bahwa Persiba memiliki ambisi yang lebih tinggi.
Ogah Main di Zona Play-off Lagi
Salah satu poin krusial dalam evaluasi Leo adalah memutus rantai performa buruk yang memaksa Persiba bermain di zona play-off degradasi. Baginya, musim depan harus menjadi momentum kebangkitan Persiba ke jajaran tim papan tengah.
"Saya tidak mau lagi di situasi seperti tahun sebelumnya; main di papan bawah dan harus play-off. Saya ingin tim minimal berada di papan tengah. Jika memang sudah pasti bertahan, evaluasi akan dilakukan secara bertahap, baik untuk pemain maupun diri saya sendiri," tegasnya.
Ketegasan Leo untuk bertahan juga didasari oleh ikatan emosional setelah melihat perjuangan luar biasa anak asuhnya saat mengalahkan Persekat Tegal 2-1 dengan hanya 9 pemain.
Bagi Leo, kemenangan heroik itu adalah bukti bahwa tim ini memiliki fondasi mental yang kuat jika dipoles dengan komposisi pemain yang lebih matang sejak awal musim.
Tampil di kandang lawan, Persiba sukses menang lewat gol Lorensius Amanat Sabda dan Dwi Geno. Sementara Persekat hanya mampu mencetak satu gol melalui Moch Kevy.



