EKSPOSKALTIM, Bontang – Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau yang lebih dikenal di Indonesia dengan sebutan virus HIV, berpotensi menyerang sistem kekebalan tubuh, dan melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit.
Dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit PT Badak NGL Bontang, Luluch Mulyani, mengatakan HIV tidak mudah menular keorang lain, tidak menyebar melalui udara seperti virus batuk dan flu. HIV hidup didalam darah, dan beberapa cairan tubuh. Tapi cairan seperti air liur, keringat, atau urin tidak bisa menularkan virus HIV keorang lain, ini dikarenakan kandungan virus dicairan tersebut tidak cukup banyak.
“Cairan yang bisa menularkan HIV ke dalam tubuh keorang lain seperti darah, dinding anus, air susu ibu, sperma, cairan vagina, termasuk darah menstruasi,” katanya, saat ditemui di Rumah Sakit PT Badak NGL Bontang, Selasa pagi (28/6/2016).
Ia menambahkan, penyebaran virus yang paling utama adalah dengan cara hubungan seks melalui vagina, dan anal tanpa pelindung. Tinggi rendahnya risiko penularan HIV berbeda-beda, tergantung pada jenis hubungan seks yang dilakukan.
“Melakukan seks oral pada pria yang positif HIV, dan pria itu ejakulasi di mulut. Penularan HIV bisa terjadi ketika kita lakukan seks oral pada wanita yang positif mengidap HIV, terutama saat sang wanita sedang menstruasi, meski risikonya kecil,” jelasnya.
Luluch menegaskan, semua orang berisiko terinfeksi HIV tanpa mengenal batasan usia. Tapi terdapat beberapa kelompok orang yang lebih berisiko terinfeksi HIV, diantaranya orang-orang yang memakai narkotika suntik, orang membuat tato atau tindik. Orang yang melakukan hubungan seks tanpa kondom baik sesama jenis kelamin, maupun heteroseksual juga beresiko lebih untuk terkena virus ini.
“Tak hanya itu, orang yang tinggal atau sering bepergian ke daerah-daerah dengan angka HIV tinggi, misalnya Afrika, Eropa Timur, Asia dan Amerika bagian selatan. Selain itu, orang yang melakukan transfusi darah didaerah dengan angka HIV tinggi dan orang yang terkena infeksi penyakit seksual lain juga lebih beresiko terjangkit. Dan yang terakhir, Orang yang melakukan hubungan seks dengan pemakai narkotika suntik,” bebernya (*)

