Polda Kalimantan Timur sudah menerima delapan laporan polisi terkait kebakaran hutan dan lahan sepanjang musim kemarau tahun ini.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Penegakan hukum terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur terus berjalan. Dari delapan laporan polisi yang masuk, dua perkara telah naik ke tahap penyidikan dengan tiga tersangka, dua di Kutai Kartanegara dan satu di Berau.
Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro mengatakan penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan korporasi dalam perkara karhutla yang ditangani.
"Saat ini di Polda Kaltim ada delapan LP yang masuk. Betul, sudah ada tiga tersangka yang ditetapkan sejauh ini," kata Endar di Balikpapan, Senin (24/8).
Endar menegaskan sejauh ini belum ditemukan keterlibatan korporasi dalam kasus karhutla. Namun, polisi tetap membuka peluang untuk menelusuri lebih jauh berdasarkan hasil penyelidikan masing-masing laporan.
"Sejauh ini (keterlibatan korporasi) belum ada. Tetapi tetap akan kita lihat nanti apakah ada keterkaitan dari korporasi berdasarkan hasil penyelidikan masing-masing laporan," ujarnya.
Penetapan tiga tersangka dalam kasus karhutla ini, lanjut Endar, menjadi bukti komitmen kepolisian dalam menguatkan penegakan hukum guna memberikan efek jera, sekaligus mencegah meluasnya pembakaran lahan.
"Saya minta agar tidak ada lagi pembakaran untuk membuka lahan," tegas Kapolda.
Menurut Endar, situasi karhutla di Kaltim saat ini relatif lebih kondusif dibandingkan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Meski demikian, pengawasan serta penindakan di lapangan tetap berjalan ketat.
190 Personel Brimob Dikirim ke Kalbar
Di sisi lain, untuk mempercepat penanganan karhutla di wilayah tetangga, Polda Kaltim memberangkatkan 190 personel Satbrimob untuk diperbantukan ke Kalimantan Barat. Pengiriman pasukan ini dilaksanakan sesuai arahan Presiden RI.
"Pemberangkatan 190 personel ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat penanganan karhutla di Kalbar. Mereka bertugas selama satu bulan dan akan dievaluasi sesuai kebutuhan di lapangan," jelas Endar.
Ia memastikan pengiriman pasukan ke Kalbar tidak akan mengurangi kesiapsiagaan di wilayah lokal Kaltim.
"Secara prinsip, kami tetap siaga penuh menangani karhutla yang saat ini menjadi perhatian di Kalimantan," pungkasnya.


