PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Judul: Tak Cuma Obat, Pasien Kanker Paru Juga Butuh Pendamping

Home Berita Judul: Tak Cuma Obat, Pas ...

Selain menghadapi terapi panjang, pasien kanker paru juga bergulat dengan tekanan emosional hingga akses layanan kesehatan yang tak selalu mudah.


Judul: Tak Cuma Obat, Pasien Kanker Paru Juga Butuh Pendamping
ILUSTRASI pasien penyintas kanker menjalani proses terapi. Foto via Kompas

EKSPOSKALTIM, Jakarta - Kanker paru masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Tak hanya soal pengobatan, pasien juga sering menghadapi tekanan emosional, persoalan akses layanan kesehatan, hingga kesulitan menjalani terapi secara konsisten.

Dokter spesialis paru lulusan Universitas Indonesia, dr. Jaka Pradipta, Sp.P(K) Onk, menilai edukasi kepada pasien perlu diperkuat untuk meningkatkan kepatuhan menjalani pengobatan.

“Yang menjadi tantangan utama adalah sebagian besar pasien datang dalam stadium lanjut, sehingga peluang keberhasilan terapi menjadi lebih terbatas,” kata Jaka, dikutip Jumat (8/5). 

Ia menjelaskan kepatuhan terhadap terapi menjadi faktor penting dalam penanganan kanker paru. Pasien yang rutin mengikuti anjuran pengobatan dinilai memiliki peluang lebih besar untuk memperlambat perkembangan penyakit hingga meningkatkan kualitas hidup.

“Sebaliknya, jika pasien tidak patuh terhadap terapi, dapat meningkatkan risiko komplikasi dan mempercepat perburukan kondisi pasien,” ujarnya.

Menurut Jaka, kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan edukasi, deteksi dini, dan pendampingan pasien secara lebih menyeluruh.

Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, Esra Erkomay, mengatakan komunitas pasien dan pendamping memiliki peran penting dalam membantu pasien menjalani terapi secara konsisten.

Karena itu, pihaknya bersama Indonesian Cancer Information and Support Center Association (CISC) menggelar pelatihan Training of Trainers (ToT) untuk memperkuat peran pendamping pasien atau patient navigator.

Pendamping pasien dinilai membantu pasien memahami pilihan terapi, mengakses layanan kesehatan tepat waktu, hingga tetap konsisten menjalani pengobatan.

“Patient navigator memiliki peran penting, di mana mereka hadir sebagai sumber kekuatan, pendamping dalam memahami perjalanan pengobatan, dan penghubung antara pasien dengan sistem layanan kesehatan,” kata Esra.

Ketua Umum CISC, Aryanthi Baramuli Putri, menambahkan pasien kanker paru tak hanya menghadapi persoalan medis, tetapi juga tekanan sosial dan emosional.

Berdasarkan data Global Cancer Observatory 2022, kanker paru menjadi penyumbang kasus dan kematian tertinggi akibat kanker di dunia. Indonesia disebut menyumbang 9,5 persen total kasus kanker dan 14,1 persen angka kematian akibat kanker.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :