PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Jepang dan AS Borong Udang Windu Kaltim, Devisa Capai Rp345,85 Miliar

Home Berita Jepang Dan As Borong Udan ...

Udang windu masih menjadi tulang punggung ekspor perikanan Kalimantan Timur. Hingga Agustus 2026, komoditas tersebut ikut mendorong nilai ekspor hasil perikanan daerah menembus Rp345,85 miliar dengan Jepang dan Amerika Serikat menjadi pasar utama.


Jepang dan AS Borong Udang Windu Kaltim, Devisa Capai Rp345,85 Miliar
Warga Pegat Batumbuk saat memperlihatkan udang windu di tambak miliknya. (Foto: YKAN)

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Udang windu beku masih menjadi komoditas andalan ekspor perikanan Kalimantan Timur. Permintaan dari pasar internasional, terutama Jepang dan Amerika Serikat, terus menopang kinerja ekspor sektor perikanan daerah sepanjang 2026.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Timur mencatat komoditas udang windu beku menjadi penyumbang devisa terbesar dari sektor perikanan non-hidup daerah.

Kepala Bidang Perikanan Budi Daya dan Peningkatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim Irma Listiawati mengatakan Jepang dan Amerika Serikat masih menjadi pasar utama bagi produk udang windu asal Bumi Etam.

“Komoditas udang windu beku asal Kalimantan Timur mencatatkan devisa terbesar dengan pasar utama mencakup negara Jepang serta Amerika Serikat,” kata Irma. 

Berdasarkan data laporan bulanan BP2MHKP, nilai ekspor hasil perikanan Kaltim selama Januari hingga Agustus 2026 mencapai Rp345,85 miliar.

Dalam periode yang sama, seperti dikutip dari antara volume ekspor berbagai komoditas perikanan dari Kaltim tercatat mencapai 1.958 ton.

Selain Jepang dan Amerika Serikat, produk udang windu beku asal Kaltim juga dipasarkan ke sejumlah negara lain seperti Taiwan, Malaysia, dan Inggris.

Irma menjelaskan udang windu secara konsisten mendominasi capaian ekspor daerah baik dari sisi volume maupun nilai devisa setiap bulannya.

Sementara itu, capaian ekspor tertinggi sepanjang tahun ini tercatat pada April 2026 dengan nilai devisa mencapai Rp56,42 miliar.

Tak hanya mengandalkan udang windu, Kaltim juga memperluas pasar ekspor melalui komoditas perikanan segar seperti bawal dan kerapu yang dipasarkan ke Singapura, China, dan Hong Kong.

Menurut Irma, peningkatan mutu produk menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga daya saing hasil perikanan Kaltim di pasar global yang menerapkan standar ketat.

Karena itu, DKP Kaltim terus memperkuat rantai pasok dingin serta memberikan pendampingan kepada kelompok pembudi daya tambak guna menjaga kualitas dan kuantitas produksi.

“Sinergi bersama para pembudi daya lokal sangat krusial untuk mempertahankan kepercayaan para importir dari negara Jepang dan Amerika Serikat,” ujarnya.

Upaya tersebut sejalan dengan strategi Pemerintah Provinsi Kaltim yang menempatkan subsektor perikanan budidaya sebagai salah satu penopang transformasi ekonomi berbasis sumber daya terbarukan.

DKP Kaltim optimistis tingginya permintaan udang windu di pasar internasional dapat terus mendorong pertumbuhan ekspor sekaligus meningkatkan pendapatan para pembudi daya di daerah.

“Kami optimistis tingginya permintaan udang windu di pasar global mampu mendongkrak pendapatan serta kesejahteraan para pembudi daya di Kaltim,” kata Irma.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :