PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Hotspot Karhutla Kembali Meledak, Kalbar dan Kalteng Jadi Prioritas Nasional

Home Berita Hotspot Karhutla Kembali ...

Pemerintah kembali memusatkan perhatian pada Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah setelah jumlah titik panas karhutla melonjak tajam dalam sehari.


Hotspot Karhutla Kembali Meledak, Kalbar dan Kalteng Jadi Prioritas Nasional
Petugas dari Dinas Kehutanan Kalteng berupaya memadamkan kebakaran di Kelurahan Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (27/8/2026). ANTARA/Auliya Rahman

EKSPOSKALTIM, Jakarta – Tren titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah kembali meningkat setelah sebelumnya sempat menunjukkan penurunan. Kondisi tersebut membuat dua provinsi di Pulau Kalimantan itu kembali menjadi prioritas utama penanganan pemerintah pusat.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan lonjakan titik panas tersebut menjadi perhatian serius karena terjadi ketika Indonesia memasuki periode puncak musim kering.

“Setelah kemarin semua enam provinsi prioritas trennya turun, namun hari ini Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menunjukkan kembali hotspot yang meningkat. Artinya, prioritas utama sekarang ini secara nasional tetap Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah,” kata Raja Juli Antoni dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).

Usai meninjau penanganan karhutla di Jambi, Raja Juli menyebut dirinya bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto akan bertolak ke Pontianak untuk memperkuat koordinasi penanganan karhutla.

Pertemuan tersebut akan melibatkan Gubernur Kalimantan Barat, Kapolda Kalbar, Pangdam, serta berbagai instansi terkait guna mengevaluasi kondisi terkini dan memperkuat langkah mitigasi.

“Oleh karena itu, besok kami ke Pontianak untuk bertemu kembali dengan seluruh pemangku kepentingan, dengan Pak Gubernur, Kapolda, Pangdam, merapatkan barisan kembali, melakukan evaluasi sekaligus membuat rencana apa yang bisa kita lakukan untuk mitigasi,” ujarnya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) Kementerian Kehutanan per 1 September 2026, lonjakan titik panas paling tinggi terjadi di Kalimantan Barat yang meningkat dari 273 titik menjadi 859 titik.

Sementara itu, Kalimantan Tengah naik dari 253 titik menjadi 623 titik. Kenaikan juga terjadi di Sumatera Selatan dari 20 menjadi 89 titik, Kalimantan Selatan dari 22 menjadi 73 titik, dan Jambi dari nol menjadi empat titik panas.

Adapun Provinsi Riau tercatat masih berada pada angka nol titik panas.

Menhut mengingatkan seluruh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk tidak lengah meskipun sebelumnya tren karhutla sempat mengalami penurunan.

Menurut dia, kewaspadaan harus terus ditingkatkan karena September merupakan periode puncak El Nino yang berpotensi memperparah kondisi kekeringan dan meningkatkan risiko kebakaran hutan maupun lahan.

“Penanganan karhutla masih membutuhkan kewaspadaan bersama. Puncak El Nino terjadi pada September ini sehingga diperlukan kerja sama semua pihak dalam pencegahan dan penanganannya,” tegas Raja Juli.

Pemerintah berharap penguatan koordinasi di daerah-daerah prioritas dapat kembali menekan jumlah titik panas dan mencegah meluasnya kebakaran yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga transportasi udara di Kalimantan dan Sumatera.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :