PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Hikayat Pengabdian Mantan Guru Agama Khatolik yang Menjadi Kepala Sekolah di Perbatasan

Home Berita Hikayat Pengabdian Mantan ...

Hikayat Pengabdian Mantan Guru Agama Khatolik yang Menjadi Kepala Sekolah di Perbatasan
Honghavang (Kepsek SMPN 1 Ujoh Bilang) sedang wawancara dengan awak media ekposkaltim, Selasa (11/10). EKSPOSKALTIM/ ARSYAD

EKSPOSKALTIM, Mahulu - Berawal dari menjadi guru agama Khatolik di salah satu Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kota Bontang, Honghavang (49) lantas banting setir menjadi guru mata pelajaran umum.

"Saya lupa SD apa namanya waktu pertama kali saya mengabdi di Bontang. Setelah saya fikir, sepertinya saya tidak cocok untuk jadi guru agama khatolik, makanya saya memilih untuk menjadi guru umum saja," kata Honghavang belum lama ini di Desa Ujoh Bilang, Long Bagun, Kabupaten Mahulu, Selasa (11/10) pagi.

Setelah memutuskan meninggalkan profesi guru agama khatolik yang ia jalani dari tahun 1989 hingga 1990, akhirnya pada tahun 1990-1992 ia mengabdikan diri di salah satu SMP di Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai guru kesenian.

"Setelah saya mengajar selama 3 tahun, lalu saya pindah kerja ke perusahaan kayu PT Sumalindo selama 2 tahun, kemudian saya diangkat menjadi Sebagai Bina Desa di Batu Majang. Lalu saya kembali lagi kerja di perusahaan kayu di Melak, Kutai Barat sampai dengan 1998," imbuhnya.

Setelah bekerja selama 5 tahun lamanya di perusahaan kayu tersebut, ia pun kembali menjadi guru SD di Batu Majang, hinggai ia memutuskan untuk memantapkan diri menekuni profesi sebagai tenaga pendidik hingga saat ini.

"Memang kerjaan saya itu bolak-balik aja. Waktu itu memang saya ditawari untuk kembali menjadi guru di SDN 12 Batu Kelo yang masih hutan, honornya pun masih Rp25 ribu pada waktu itu," ujarnya.

Puluhan tahun ia menjadi tenaga pengajar honorer, sebelum terangkat menjadi sebagai PNS pada tahun 2001. Ia terangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil saat mengabdi di SD 002 di Ujoh Bilang, dimana pada waktu itu Kabupaten Kutai Barat baru dimekarkan.

"Karir PNS saya itu bersamaan dengan tahun pemekaran Kutai Barat, waktu sebelum saya mengabdi di SD 002 itu saya sempat bingung untuk mencari pengganti saya di SDN 12 itu, karena tidak ada yang mau masuk hutan," tuturnya sembari tersenyum.

Selama puluhan tahun Honghavang menjalani tugasnya sebagai seorang pendidik, dan selama itu pula ia jalani tugas mulia tersebut dengan penuh sabar dan ketekunan.

Dan pada akhirnya, ia dipercayakan untuk memimpin salah satu sekolah di kabupaten yang berbatasan dengan wilayah negeri jiran Malaysia, yakni menjadi Kepala SMPN Negeri 1 Ujoh Bilang, Kabupaten Makam Ulu (Mahulu) hingga saat ini.


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :