EKSPOSKALTIM, Samarinda- Kabar gembira bagi petani kebun sawit Kalimantan Timur (Kaltim) di penghujung tahun ini. Pasalnya, memasuki Desember ini harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mengalami kenaikan setelah terjadi penurunan harga beberapa bulan terakhir.
Dinas Perkebunan Kaltim mencatat harga TBS kelapa sawit untuk umur 10 tahun ke atas awal periode Desember mengalami kenaikan Rp38,11 per kilogram (kg) atau sebesar Rp1.540,98 per kg dibandingkan periode November sekitar Rp1.502,87 per kg.
“Harga TBS kelapa sawit di Kaltim mengalami kenaikan Rp38,11 per kg atau Rp1.540,98 per kg bila dibandingkan awal periode sebelumnya yang hanya Rp1.502,87 per kg,” ungkap Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Etnawati di samarinda, Selasa (2/12/2016).
Dia menjelaskan, kenaikan harga sawit akibat naiknya hasil lelang CPO dalam dua minggu terakhir dan diprediksi akan terus mengalami kenaikan. Selain itu karena prospek bisnis di sektor kelapa sawit memang menjanjikan.
Dia menambahkan terhitung mulai periode Oktober lalu, tim penetapan harga tandan buah segar kelapa sawit Kaltim telah menerbitkan informasi harga jual TBS dua kali setiap bulan.
Hal ini menurutnya, dimaksudkan agar penetapan harga TBS di Kaltim tidak terlalu bias terhadap harga CPO dunia yang selalu mengalami perubahan setiap hari.
”Selama ini penentuan harga TBS hanya dilakukan satu kali setiap bulan, sehingga sering kali terjadi selisih antara harga yang ditetapkan dengan harga jual CPO dunia yang juga mengalami perubahan,” jelasnya.
Hasil keputusan tim telah ditetapkan harga TBS sawit periode Desember ini, usia tiga tahun Rp 1.351,17, usia empat tahun Rp 1.380,41, usia lima tahun Rp 1.407,96, usia enam tahun Rp 1.444,46, usia tujuh tahun Rp 1.458,75 dan usia delapan tahun Rp 1.494,32.
Selain itu, usia sembilan tahun Rp1.528,93 dan usia sepuluh hingga dua puluh lima tahun Rp1.540,98. “Harga CPO tertimbang dikenakan Rp 7.553,67 dan kernel (inti sawit) rerata tertimbang sebesar Rp 3.732,88 dengan Indeks K sebesar 84,14 persen. (yans/sul/hmsprov)

