PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pesan Air Mahakam Asin Beredar, Perumda Tirta Kencana Klaim Produksi Air Samarinda Masih Aman

Home Berita Pesan Air Mahakam Asin Be ...

Pesan Air Mahakam Asin Beredar, Perumda Tirta Kencana Klaim Produksi Air Samarinda Masih Aman
Pipa distribusi milik Perumda Tirta Kencana Samarinda. Perumda memastikan produksi air bersih masih berjalan normal di tengah potensi intrusi air laut ke Sungai Mahakam. (Ekspos Kaltim/Sintya)

EKSPOSKALTIM.COM, SAMARINDA – Pesan berantai mengenai ancaman air baku Sungai Mahakam berubah menjadi asin dan berpotensi menghentikan sementara operasional Perumda Tirta Kencana Samarinda mulai beredar luas di WhatsApp. Pesan tersebut meminta masyarakat mengisi tandon dan penampungan air sebagai langkah antisipasi, menyusul informasi bahwa air asin disebut telah masuk hingga Handil D, Sungai Mahakam.

Namun, Perumda Tirta Kencana Samarinda memastikan kondisi air baku yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Samarinda hingga saat ini masih berada dalam batas aman.

Direktur Teknik Perumda Tirta Kencana Samarinda Kaharuddin menjelaskan, informasi yang beredar melalui pesan WhatsApp tersebut sebenarnya ditujukan kepada kepala desa dan ketua RT di wilayah Muara, Kutai Kartanegara.

Ia menyebut, kondisi intrusi air laut memang telah terpantau di sejumlah wilayah yang lebih dekat dengan muara Sungai Mahakam. Di Anggana, Kutai Kartanegara, misalnya, salah satu instalasi pengolahan air (IPA) sempat berhenti beroperasi ketika air pasang.

“Daerah Anggana Kukar, saat air pasang, salah satu IPA sempat off sebentar. Namun saat air surut, IPA produksi kembali,” kata Kaharuddin (15/8).

Sementara di wilayah Pendingin, Kutai Kartanegara, kadar klorida tercatat mencapai 100 ppm. Meski demikian, IPA di wilayah tersebut masih tetap beroperasi.

Kondisi berbeda terjadi pada sistem produksi air Perumda Tirta Kencana yang berada di wilayah Samarinda. Tiga IPA yang lokasinya relatif dekat dengan muara Sungai Mahakam, yakni IPA Bantuas, IPA Pulau Atas dan IPA Palaran, masih mencatat kadar klorida pada kisaran 2,5 hingga 5 ppm.

“Status produksi masih aman. Batas tertinggi kadar chlorida adalah 250 ppm,” jelasnya.

Artinya, kondisi air baku di sejumlah IPA Samarinda tersebut saat ini masih memiliki jarak yang sangat jauh dari batas tertinggi kadar klorida yang ditetapkan.

Meski begitu, Perumda Tirta Kencana tidak menganggap ancaman intrusi air laut sebagai persoalan yang bisa diabaikan. Pemantauan kadar klorida dilakukan secara berkala untuk memastikan perubahan kualitas air baku dapat diketahui sedini mungkin.

“Pemantauan kadar chlorida dilakukan secara periodik oleh IPA dan Lab Induk. Jika ada perubahan kadar chlorida akan segera diinformasikan pada media perumda dan media lainnya,” tegas Kaharuddin.

Perhatian khusus kini diarahkan pada kondisi cuaca dan pasang Sungai Mahakam dalam beberapa hari ke depan. Kaharuddin menyebut, apabila hujan tidak turun hingga 22 Agustus, ketika kondisi pasang diperkirakan mencapai titik tertinggi, terdapat kemungkinan kadar klorida meningkat, terutama pada IPA yang lokasinya paling dekat dengan muara.

Oleh karena itu, Perumda Tirta Kencana menyiapkan langkah antisipasi dan akan memberikan informasi lebih lanjut kepada masyarakat sebelum periode pasang tertinggi tersebut.

“Pengumuman yang lebih jelas mengenai kadar chlorida dan langkah antisipasinya akan disampaikan sebelum tanggal 22 Agustus,” kata Kaharuddin.

Di tengah beredarnya pesan berantai yang berpotensi memicu kekhawatiran masyarakat, Perumda Tirta Kencana meminta warga Samarinda tidak panik. Masyarakat justru disarankan melakukan langkah sederhana dengan menampung air secukupnya dan menghemat penggunaan air.

“Masyarakat Kota Samarinda untuk dapat tenang, jika memungkinkan dapat menampung dan menghemat pemakaian air, serta bersama berdo'a agar segera ada hujan di Hulu sungai mahakam dan di Kota Samarinda,” pungkasnya.

Saat ini, layanan air bersih Perumda Tirta Kencana masih ditopang sekitar 21 instalasi pengolahan air (IPA) dan 21 intake yang seluruhnya masih beroperasi normal. Sistem tersebut melayani sekitar 190 ribu pelanggan di Samarinda dengan kemampuan produksi air bersih sekitar 200 hingga 250 liter per detik.

 


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :