PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Harga Pangan Katanya Terkendali, Cabai Kaltim Justru Makin Pedas

Home Berita Harga Pangan Katanya Terk ...

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyebut harga bahan pokok menjelang Lebaran 2026 relatif terkendali, tetapi sejumlah komoditas penting masih dijual jauh di atas harga acuan pemerintah.


Harga Pangan Katanya Terkendali, Cabai Kaltim Justru Makin Pedas
Warga membeli sayur saat berlangsungnya Gerakan Pangan Murah di Kantor Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (13/2/2026). Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melaporkan harga bahan pokok relatif stabil menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Namun di lapangan, sejumlah komoditas strategis justru masih berada di atas harga acuan pemerintah.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih, mengatakan berdasarkan pemantauan per 5 Maret 2026, ketersediaan stok pangan secara umum masih dalam kondisi aman.

“Secara umum kondisi terkendali. Namun perhatian khusus diberikan pada komoditas yang melampaui Harga Eceran Tertinggi atau harga acuan pemerintah,” kata Heni dikutip media ini, Senin (9/3).

Data pemantauan harga menunjukkan beras medium berada di kisaran Rp15.459 per kilogram, sementara beras premium mencapai Rp16.623 per kilogram.

Untuk komoditas pelengkap, gula pasir tercatat Rp18.842 per kilogram dan minyak goreng curah berada di kisaran Rp17.714 per liter.

Meski sejumlah bahan pokok relatif stabil, harga komoditas hortikultura masih cukup tinggi. Cabai rawit merah tercatat mencapai Rp74.625 per kilogram atau naik sekitar 1,02 persen secara harian.

Harga cabai merah keriting juga berada di angka Rp46.625 per kilogram, sementara bawang merah menyentuh Rp44.983 per kilogram.

Sementara itu, harga daging sapi tercatat berada di kisaran Rp158.565 per kilogram.

Di tengah lonjakan sejumlah komoditas tersebut, harga daging ayam justru mengalami penurunan tipis sekitar 0,20 persen.

Heni mengakui masih terjadi disparitas harga bahan pokok antar kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Faktor jarak distribusi dan biaya logistik menjadi penyebab utama perbedaan harga di berbagai wilayah.

Selain itu, ketergantungan Kaltim terhadap pasokan dari luar daerah juga memengaruhi harga di tingkat konsumen.

Jika dibandingkan dengan daerah penghasil seperti Jawa Timur, Sulawesi Selatan, maupun Kalimantan Selatan, rata-rata harga sejumlah bahan pokok di Kaltim memang cenderung lebih tinggi, terutama untuk komoditas daging sapi dan cabai.

Pemerintah Provinsi Kaltim bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menyatakan terus memperkuat pemantauan harga serta distribusi logistik guna menjaga stabilitas pasokan menjelang Lebaran.

“Pengendalian inflasi adalah kunci untuk menjaga daya beli masyarakat,” kata Heni.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :