PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Bontang Masuk 5 Besar Kota Menuju Bersih Nasional; Agus Haris Siapkan Reward untuk Pasukan Kuning

Home Berita Bontang Masuk 5 Besar Kot ...

Bontang Masuk 5 Besar Kota Menuju Bersih Nasional; Agus Haris Siapkan Reward untuk Pasukan Kuning
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, saat menerima penghargaan. (Foto: KMF-Firmanza)

EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Pemerintah Kota Bontang kembali menorehkan capaian di tingkat nasional dalam pengelolaan kebersihan. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menerima penghargaan peringkat ke-5 nasional dalam kategori Kota Menuju Bersih dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan yang berlangsung pada 25-26 Februari 2026 di Balai Kartini, yang dihadiri para menteri serta perwakilan pemerintah daerah dari seluruh Indonesia.

Rakornas dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang menekankan pentingnya tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan sampah terpadu melalui gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Dalam forum tersebut, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan perlunya perubahan paradigma pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, termasuk pemilahan sampah sejak dari sumbernya serta pengurangan sampah plastik.

Selain menerima penghargaan, Kota Bontang juga mendapatkan bantuan tiga unit gerobak motor sampah dari KLHK yang diserahkan secara simbolis oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendro Priyono. Bantuan tersebut diharapkan memperkuat armada pengangkutan sampah di tingkat kelurahan dan mendukung optimalisasi pelayanan kebersihan.

Dalam Rakornas tersebut, sejumlah pejabat turut memaparkan strategi pengelolaan sampah nasional. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti peran dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah. Sementara Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun perilaku sadar lingkungan.

Paparan lainnya disampaikan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria serta Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat yang memaparkan target reformasi pengelolaan sampah nasional, termasuk pembangunan 34 proyek waste-to-energy di 34 kota guna mengatasi overcapacity tempat pembuangan akhir pada 2028.

Usai menerima penghargaan, Agus Haris yang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bontang, Heru Tri Admojo, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bontang untuk mendukung kebijakan nasional tersebut.

Menurutnya, isu pengelolaan sampah telah lama didorong melalui program GESIT, yang selaras dengan gerakan Indonesia ASRI.

“Kita tidak hanya mempertahankan prestasi, tetapi juga harus meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Agus Haris.

Ia juga berharap seluruh warga Bontang dapat berperan aktif menjaga kebersihan kota sehingga tercipta lingkungan yang semakin nyaman dan sehat.

Di balik capaian tersebut, perhatian publik juga tertuju pada nasib petugas kebersihan atau pasukan kuning yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga kebersihan kota.

Menanggapi hal tersebut, Agus Haris memastikan pemerintah akan tetap merumuskan skema penghargaan bagi petugas kebersihan, meskipun format penghargaan nasional kini tidak lagi menggunakan sistem seperti sebelumnya.

“Kalau dulu saat Adipura pasti ada bonus bagi pasukan kuning. Sekarang metodenya berubah, bukan lagi Adipura, tapi kategori Kota Menuju Bersih. Namun penghargaan tetap akan kita rumuskan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa sistem penilaian pengelolaan sampah saat ini bersifat lebih menyeluruh. Jika sebelumnya fokus pada petugas kebersihan dan titik-titik tertentu, kini pendekatan dilakukan dengan melibatkan seluruh masyarakat.

“Sekarang ini bukan hanya tukang sapu jalan atau petugas taman yang bekerja. Semua warga harus terlibat. Jadi pendekatannya lebih menyeluruh,” ucapnya.

Meski demikian, ia mengakui kontribusi pasukan kuning tetap sangat besar dalam menjaga kebersihan kota sehari-hari. Pemerintah, kata dia, tidak akan mengabaikan peran tersebut, meski besaran bonus yang akan diberikan masih dalam tahap perumusan.

“Kita pasti ada perhatian. Nanti akan kita coba rumuskan kembali seperti apa reward yang tepat. Karena ini sudah menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat,” tuturnya.

Agus Haris juga menegaskan bahwa ke depan tanggung jawab kebersihan tidak boleh hanya dibebankan kepada petugas. Ia bahkan mendorong warga membawa kantong sampah pribadi saat beraktivitas di luar rumah.

“Tidak boleh lagi hanya mengandalkan petugas kebersihan. Arahan presiden jelas, pengelolaan sampah harus mandiri dan berbasis masyarakat,” terangnya.

Dengan target penyelesaian persoalan sampah nasional pada 2028, Pemkot Bontang memastikan seluruh elemen masyarakat akan dilibatkan, termasuk petugas kebersihan sebagai ujung tombak operasional di lapangan.

“Ini bukan sekadar penghargaan, tapi perubahan budaya. Kita ingin Bontang benar-benar menjadi Kota Bersih, bukan hanya menuju,” pungkasnya.


Editor : Maulana
Tags : ADV Kominfo

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :