EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Ruang praktik money politics di Pilkada Bontang kian sempit. Hal itu menyusul banyaknya komunitas yang menyatakan sikap untuk menolak politik uang.
Setelah Berbas Pantai, Gabungan Pemuda Terminal (Gapter) yang digawangi Abdul Muis Samad turut menyatakan menolak politik uang jelang Pilkada Bontang, Rabu (25/11/2020).
Baca juga : Tim Relawan Pemuda Pesisir Berbas Pantai Ikut Andil Cegah Money Politik
Katanya, money politics hanya melahirkan pemimpin yang rakus dan curang. Pasalnya, langkah awalnya saja dimulai dari perilaku korup.
Di samping itu, dirinya jenuh dengan praktik curang setiap perheletan pesta demokrasi. Seharusnya, orang-orang yang dipilih adalah manusia yang amanah dan mewakili rakyat.
Namun, pada prakteknya justru berbanding terbalik. Alih-alih mensejahterakan rakyatnya secara baik justru peduli dengan kelompoknya saja.
Baca juga : Tingkatkan Kualitas Pencaker, 2021 Disnaker Bontang Prioritaskan Pelatihan Industri
"Politik uang itu racun demokrasi, kami tidak ingin racun itu berkembang liar di lapangan," katanya.
Abdul Muis menambahkan, dirinya bersama ratusan komunitas peduli demokrasi di Terminal dan sekitarnya sudah mengawasi oknum-oknum nakal.
Apabila didapati, mereka akan ditindak dan diserahkan ke pihak yang berwenang. "Sudah kita pantau kok modus-modusnya dan kita monitor terus," katanya.

