EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Gadis berusia 18 tahun, Sukmawati yang terjatuh dan tenggelam di sungai Mahakam, kawasan Pelabuhan Samarinda, pada Kamis (21/6) lalu, telah ditemukan tewas.
Petugas gabungan dari Basarnas, unsur SAR yang dibantu warga, berhasil menemukan dan mengidentifikasi Sukmawati, pada pukul 06.30 Wita, Sabtu (23/6).
Baca: Lurah Kanaan Bontang Bantah Daerahnya Rawan Kriminal
Saat pencaharian itu, petugas menemukan sebuah tubuh manusia mengambang kurang lebih 300 meter ke arah hilir sungai Mahakam, atau tidak jauh dari dermaga Navigasi Samarinda. Saat didekati, ternyata jazad tubuh perempuan.
“Dilihat dari ciri-cirinya, jasad perempuan menggunakan kaos hijau dan celana pendek jeans. Dipastikan ini jazad Sukmawati yang kami cari,” kata Kasi Ops Kantor Pencarian dan Pertolongan kelas A Kaltim-Kaltara, Octavianto, Sabtu (23/6).
Menggunakan kantong jenazah, jasad Sukmawati pun langsung dievakuasi ke dermaga menggunakan rubber boat, untuk kemudian dibawa ke RSUD AW Syachranie untuk diotopsi.
“Setelah itu baru kita serahkan kepada keluarga,” ucapnya.
Sejak awal kejadian, pencarian korban dilakukan dengan berbagai cara. Selain tim SAR gabungan dengan melakukan penyelaman, pihak keluarga korban juga melakuakn pencaharian menggunakan perahu tradisional, bahkan terdapat beberapa kali keluarga korban melakukan penyelaman di sekitar titik korban terjatuh, hingga malam hari.
Berita terkait: Terpeleset, Seorang Gadis Tenggelam di Sungai Mahakam
Diberitakan sebelumnya, Kamis (21/6) sekitar pukul 14.30 Wita, Sukmawati, gadis difabel dengan kelainan fisik pada kakinya itu terjatuh ke sungai saat akan membuang sampah ke sungai Mahakam, beberapa saat KM Adhitya berlayar ke Parepare, dari pelabuhan Samarinda.
Kaki Sukmawati tersandung selang di bibir dermaga, yang membuatnya seketika terjatuh ke sungai mahakam dan tenggelam.
“Dengan telah ditemukannya korban, maka operasi SAR pencarian korban tenggelam dihentikan, setiap unsur yang terlibat dapat kembali ke satuan masing-masing," tandasnya. (*)
Video APDESI Bone Ngadu Soal Data Rastra ke DPRD
ekspos tv

