EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Masih lesunya perekonomian Kaltim disinyalir menjadi salah satu sebab merosotnya jumlah penerbangan dan penumpang pada musim libur Lebaran 2017.
Manajer Operasi Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan Kus Hendratno menilai perekonomian memang sangat mempengaruhi. Jika dirata-ratakan dalam satu hari sejak penurunan harga minyak dan lesunya tambang batu bara di Bumi Mulawarman, jumlah penumpang berkurang tiga ribu penumpang.
"Kondisi ini terus berlangsung sampai libur Lebaran sekarang ini," terangnya. Di samping faktor di atas, libur tahun ini yang bertepatan dengan proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) juga disebut membuat masyarakat enggan bepergian. "Tahun lalu puncak arus mudik sampai 15 ribu penumpang, tahun ini turun hanya sekitar 11 ribu saja," beber Kus, yang juga kepala Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2017 Bandara SAMS sepinggan itu.
Sementara rute terpadat pada mudik Lebaran kali ini penumpang dengan tujuan Surabaya sebanyak 50.649 penumpang. Lalu, tujuan Jakarta dengan 50.025 penumpang. Lainnya, adalah tujuan Makassar, Jogjakarta, dan Tarakan.
Selama sepekan arus balik, kata Kus, penerbangan terbanyak terjadi pada Lebaran kedua dengan 93 pesawat. Kemudian, kepadatan penumpang baru terjadi H+6 atau bertepatan dengan weekend, 2 Juli lalu dengan jumlah 13.328 penumpang.
Selama proses pemantauan posko tidak mengalami kendala berarti. Meski terdapat 54 extra flight selama mudik dan arus balik, penumpang yang memenuhi bandara masih teratasi dengan kapasitas bandara yang mencapai 10 juta per tahun.

