EKSPOSKALTIM.COM - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang mengambil langkah proaktif untuk mempercepat masuknya investasi di kawasan industri Bontang Lestari. Upaya tersebut dilakukan melalui penyusunan strategi dan rencana besar (master plan) sebagai pedoman pengembangan kawasan industri seluas 1.102 hektare itu.
Analis Kebijakan Ahli Madya Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel, mengatakan penyusunan master plan menjadi kebutuhan mendesak mengingat kawasan Bontang Lestari belum berkembang optimal sejak proyek Kilang Bontang yang sebelumnya direncanakan tidak berjalan. Karena itu, diperlukan dokumen teknis yang dapat menjadi acuan pemerintah daerah saat menawarkan peluang investasi kepada calon investor.
Menurutnya, DPMPTSP berupaya memastikan setiap langkah pengembangan kawasan industri dilakukan berdasarkan data yang jelas. Master plan yang disusun akan memuat potensi lahan, peruntukan industri, hingga kesiapan infrastruktur pendukung. Dokumen tersebut nantinya akan menjadi bahan rujukan resmi yang dapat langsung disampaikan kepada investor.
“Dokumen ini akan kami jadikan referensi resmi yang dapat langsung kami sampaikan kepada investor,” terang Karel, Senin (17/11/2025).
Saat ini PT Kawasan Industri Bontang (KIB) juga tengah menyusun kajian serupa. Namun DPM-PTSP Bontang tidak ingin perkembangan investasi tertunda akibat proses yang belum rampung. Jika diperlukan, DPMPTSP siap mengambil alih penyusunan master plan agar percepatan investasi tetap berjalan.
“Kami tidak boleh hanya menunggu. Jika kajiannya belum selesai, DPM-PTSP Bontang siap bergerak lebih dulu untuk memberikan gambaran yang jelas kepada calon investor,” kata Karel.
Dalam penyusunan dokumen tersebut, sejumlah sektor potensial akan menjadi fokus, termasuk industri manufaktur, energi terbarukan, dan pengolahan hasil tambang. Zonasi industri akan dijelaskan secara rinci agar investor dapat mengetahui peruntukan lahan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
DPMPTSP Bontang juga akan memasukkan analisis kebutuhan infrastruktur dasar seperti akses jalan, jaringan listrik, dan ketersediaan air bersih. Kelengkapan informasi itu disiapkan untuk memberikan kepastian bagi pelaku usaha sekaligus mempercepat proses pengambilan keputusan investasi.
Melalui penyusunan master plan yang lebih terarah, DPM-PTSP berharap Bontang Lestari dapat berkembang menjadi kawasan industri baru yang modern dan mampu menarik lebih banyak minat investasi.
“Kami ingin Bontang tidak hanya dikenal karena industri migas, tetapi juga memiliki kawasan industri yang terencana, ramah investor, dan berorientasi masa depan,” tutup Karel.

